"Perhatian pemerintah terhadap bidang pendidikan sangat besar, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, dan hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran pendidikan yang terus meningkat,"Sungailiat (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar seminar pendidikan dalam rangkaian memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan tema "Peningkatan Tata Kelola Pendidikan Dalam Rangka Membentuk Insan Pendidik yang Bermartabat."
Menurut Wakil Bupati Bangka, Rustamsyah, di Sungailiat, Sabtu, seminar itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru baik melalui ketentuan kualifikasi pendidikan maupun kegiatan pelatihan.
"Perhatian pemerintah terhadap bidang pendidikan sangat besar, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, dan hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran pendidikan yang terus meningkat," katanya.
Dia menyebutkan, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Perlu upaya untuk menciptakan manusia-manusia yang berkarakter dan penerapannya dalam pembelajaran di sekolah sehingga di seluruh sekolah tertanam nilai-nilai karakter yang mendasar," katanya.
Menurut dia, seorang guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah memiliki peran penting bagi tata kelola pendidikan di satuan pendidikannya.
"Semua elemen ini bisa jadi andil utama membentuk dunia pendidikan. Oleh karena itu kita dituntut menciptakan insan berkarakter," ujarnya.
Sementara panitia pelaksana seminar, Sunandar mengatakan kegiatan itu diikuti 350 peserta yang terdiri atas para kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Bangka mulai dari TK hingga SLTA serta para pengawas dan pemerhati pendidikan.
Pembicara seminar antara lain Bupati Bangka Tarmizi Saat dan Prof Bambang Purwanto dari Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Pewarta: KasmonoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.