Stok gula pasir, tepung terigu, minyak goreng beras pada lima distributor mencukupi, karena pasokan dari daerah sentra produksi di Jawa dan Sumatera lancar,"
Pangkalpinang, (Antara Babel) - Stok gula pasir di distributor Provinsi Bangka Belitung (Babel) sebanyak 575 ton atau mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu bulan ke depan.

"Stok gula pasir, tepung terigu, minyak goreng beras pada lima distributor mencukupi, karena pasokan dari daerah sentra produksi di Jawa dan Sumatera lancar," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel Ridwan di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan rutin Disperindag Babel, pada Sabtu (16/3) pada lima distributor gula pasir tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Belitung dan Belitung Timur.

Rincian stok gula pasir tersebut yaitu stok di PT Bina Purnama Bersama sebanyak 70 ton, stok Globus Internusa sebanyak 175 ton, PT. Bangka Alam Sejahtera 100 ton, Akon 50 ton, PT Mawar Jaya sebanyak 180 ton.

Sementara itu, stok tepung terigu  sebanyak 95 ton dan stok minyak goreng mencapai 195 ton.

"Stok cukup sehingga harga gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu stabil seiring pemintaan masyarakat yang normal," ujarnya.

Ia mengatakan, harga gula pasir bertahan Rp12 ribu per kilogram, harga minyak goreng merek bimoli Rp13 ribu per liter, fortune Rp9.500 per liter dan harga minyak goreng tanpa merek bertahan Rp7.000 per liter.

Sementara harga tepung terigu merek segi tiga biru bertahan Rp7.000 per kilogram dan tepung merek cakra kembar masih bertahan Rp6.000 per kilogram.

"Diperkirakan stok gula pasir akan selalu mencukupi karena para pedagang selalu menambah stok secara kontinue dan kondisi cuaca di perairan yang masih aman untuk pelayaran kapal laut," ujarnya.

Menurut dia, harga kebutuhan pokok ini akan mengalami kenaikan apabila pasokan dari daerah sentra produksi tersendat dan menurunnya produksi dari daerah asal yang akan berdampak langsung terhadap kenaikan harga di daerah asal dan Babel.

"Babel merupakan wilayah kepulauan yang mengandalkan pasokan dari luar daerah karena belum tersedianya pabrik pengolahan gula pasir, tepung dan minyak goreng seiring hasil perkebunan untuk produk tersebut masih terbatas," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, kami mengharapkan para pelaku usaha pangan ini untuk terus meningkatkan pasokan barang, untuk mencegah kenaikan harga apabila kondisi cuaca di perairan tiba-tiba memburuk.

"Saat ini, kondisi cuaca di perairan yang sulit prediksi, apalagi memasuki musim pancaroba ini, cuaca ektrem seperti gelombang tinggi, angin kencang dan lainnya yang akan membahayakan keselamatan kapal bisa saja terjadi kapan saja yang akan mengganggu lalu lintas kapal laut," ujarnya.



Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026