"Kalau dulu hanya ada 5 paket, tahun ini soal UN ada 20 paket ditambah cadangan satu paket," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wahyudin di Pangkalpinang, Rabu.
Sebanyak 20 paket soal tersebut didistribusikan kepada siswa yang terbagi dalam ruangan-ruangan kelas dengan maksimal peserta UN berjumlah 20 siswa.
"Jadi tidak akan ada satupun siswa yang memiliki soal yang sama sehingga bisa saling contek," katanya.
Selain itu, kecurangan akan sulit dilakukan karena setiap soal tidak akan lagi dilabeli dengan kode tertentu.
"Alih-alih kode, maka soal UN akan diberi barcode yang hanya akan muncul jika di scan dengan komputer sehingga siswa tidak akan tahu mereka mengerjakan soal kode berapa," katanya.
Lebih lanjut, Wahyudin menjelaskan ruangan kelas akan dijaga oleh dua pengawas.
"Insyaallah siswa sudah tidak kaget lagi dengan sistem baru ini karena sudah kami sosialisasikan sejak akhir 2012 lalu dan setiap sekolah sudah melakukan uji coba atau try out dengan sistem yang baru ini," katanya.
Wahyudin mengingatkan agar siswa peserta UN tidak saling menukar lembar jawaban karena lembar jawaban juga telah diberi kode batang atau barcode yang disesuaikan dengan seri lembar soal.
"Jadi meskipun nanti ada lembar jawaban yang sobek, maka siswa tetap harus mengumpulkan lembar jawaban tersebut dan mengerjakan di kertas jawaban lain, sementara pengawas menambahkan berita acara untuk lembar jawaban rusak tersebut," katanya.
Pewarta: Pewarta: Ida NurcahyaniEditor : Ida
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.