Pangkalpinang, (Antara Babel) - Sebanyak 22.897 siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), siap mengikuti ujian nasional (UN) yang akan dilaksanakan secara serentak pada 6 hingga 8 Mei 2013.

"Saat ini, data peserta UN tingkat SD/MI sudah final, sebelumnya memang ada kekeliruan jumlah peserta karena laporan pihak sekolah yang tersebar di kabupaten/kota kurang valid," kata Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi (Mendikti) Disdik Babel Wahyudin di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menyatakan, siswa tingkat SD/MI yang mengikuti UN terdiri dari 22.204 siswa SD dan 693 siswa MI yang berasal dari 802 lembaga pendidikan tingkat dasar yang tersebar di enam kabupaten dan satu kota di Babel.

Dari 22.897 peserta UN SD/MI dengan rincian perserta di Kabupaten Bangka sebanyak 5.066 siswa, Bangka Barat sebanyak 3.305 siswa, Bangka Tengah sebanyak 2.905 siswa, Bangka Selatan sebanyak 3.305 siswa, Belitung sebanyak 2.987 siswa, Belitung Timur sebanyak 2.027 siswa dan Kota Pangkalpinang sebanyak 3.302 siswa.

Sementara itu, dari 802 unit sekolah dengan rincian 83 sekolah SD/MI Kota Pangkalpinang, 183 sekolah di Kabupaten Bangka, 131 sekolah di Kabupaten Bangka Barat, 92 sekolah di Kabupaten Bangka Tengah, 87 sekolah di Kabupaten Bangka Selatan, 121 sekolah di Kabupaten Belitung, dan 105 sekolah di Kabupaten Belitung Timur.

Ia menjelaskan, naskah soal ujian tingkat SD/MI hanya 25 persen yang berasal dari pusat sedangkan 75 persen lagi disusun dinas pendidikan daerah masing-masing.

"Hal itu sudah menjadi kebijakan pusat sedangkan dinas pendidikan di daerah hanya mengikuti aturan yang sudah ada," ujarnya.

Menurut dia, perbedaan soal UN tingkat SD/MI di setiap provinsi menyulitkan satuan pendidikan daerah untuk memetakan kualitas dan kemampuan siswa secara nasional.

"Jika pemetaannya ada kan, dinas pendidikan daerah lebih mudah mengevaluasi dan mengganti sistem yang kurang baik," ujarnya.

Ia menambahkan, sistem kelulusan SD/MI tidak sepenuhnya bergantung dari hasil UN dan ujian sekolah (US) karena kelulusan tingkat SD/MI bergantung juga pada hasil rapat dewan guru di daerah masing-masing.

"Sistem Kelulusan berbeda dengan tingkat SMP/SMA yang didasarkan pada 60 persen hasil UN dan 40 persen lagi dari hasil US, sedangkan tingkat SD/MI dapat dilakukan dewan guru dari hasil rapat bersama," ujarnya.

Namun, ia tetap berharap siswa SD/MI di daerah itu agar mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi UN agar memperoleh hasil yang memuaskan.



Pewarta: Oleh Aprionis/Sutan
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026