Petani dusun setempat di kawasan Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang itu menjadikan bawang putih salah satu komoditas yang mereka budidayakan meskipun dalam jumlah yang relatif terbatas.
         Magelang,(Antara Babel) - Harga bawang putih di tingkat petani Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang, Jateng, sejak beberapa hari terakhir mengalami penurunan cukup drastis dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp13.000 karena pengaruh membanjirnya impor komoditas memasuki pasar-pasar tradisional.

         "Harganya sudah anjlok di tingkat petani kami," kata Sekretaris Kelompok Tani "Setyo Tani" Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang Sarwo Edi di Magelang, Selasa.

         Petani dusun setempat di kawasan Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang itu menjadikan bawang putih salah satu komoditas yang mereka budidayakan meskipun dalam jumlah yang relatif terbatas.

         Masa kejayaan budi daya bawang putih di daerah itu, kata Sarwo Edi yang salah satu perangkat pemerintah desa setempat tersebut, pada era 1982-1995, sedangkan pada 1998 jatuh karena dampak krisis ekonomi.

         Ia mengatakan harga bawang putih panenan petani setempat dalam kondisi pasaran yang normal antara Rp7.000-Rp8.000 per kilogram. Panenan bawang putih dari kawasan setempat, biasanya dipasok ke Parakan dan Kota Temanggung (Kabupaten Temanggung), Mojokerto dan Mojosari (Jawa Timur), Bali, dan Mataram (Nusa Tenggara Barat).

         "Sekarang yang dipasar desa saja, yang ada bawang impor, kalau panenan petani kami untuk pasokan keluar daerah. Saat kemarin terjadi gejolak harga bawang, panenan bawang putih di tingkat petani kami sampai harga Rp32.500 per kilogram," katanya.

         Harga komoditas sayuran lainnya, seperti cabai merah keriting, katanya, di tingkat petani setempat berkisar Rp12.000-Rp15.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah Rp50.000
    "Untuk cabai, rata-rata petani sedang empat kali panen, dari perkiraan 12 kali panen. Diperkirakan harga cabai akan cenderung turun kalau panenan petani di kawasan Gunung Merapi dan Candi Borobudur (Kabupaten Magelang, red.) dan Brebes semakin banyak," katanya.

         Ia mengatakan panenan sawi juga turun dari Rp1.500 per kilogram menjadi Rp500, dan loncang dari Rp7.000 menjadi Rp3.500.

         Penasihat Kelompok Tani  "Sidorejo" Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, di kawasan Gunung Andong Supadi Haryanto mengatakan harga cabai merah keriting di tingkat petani setempat mengalami penurunan sejak sekitar sebulan terakhir dari kisaran Rp12.000-Rp15.000 per kilogram menjadi Rp8.000.

         "Cabai keriting sulit diprediksi harganya di pasaran. Biasanya kalau panen banyak, harga turun, tetapi ini panen sedang tidak banyak, tetapi harganya turun," katanya.

         Harga cabai rawit merah, katanya, naik dari sekitar Rp15.000-Rp20.000 per kilogram menjadi Rp29.000-Rp32.000 karena panenan sedikit, kubis naik dari Rp2.200 per kilogram menjadi antara Rp3.000-Rp3.200.

         Akan tetapi, katanya, harga tomat turun dari sekitar Rp7.000 per kilogram menjadi antara Rp4.500-Rp5.000 dan wortel dari Rp4.500 menjadi Rp1.000.

Pewarta: Pewarta: M. Hari Atmoko
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026