"Di antara upaya kami adalah mengajak warga menanam pohon kayu keras khas daerah yaitu mendaru, pelawan, nyato dan gaharu,"Koba (Antara Babel) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengajak warga melestarikan pohon kayu tertentu yang sudah mulai langka di daerah itu sebagai upaya menyelamatkan hutan dari kerusakan.
"Di antara upaya kami adalah mengajak warga menanam pohon kayu keras khas daerah yaitu mendaru, pelawan, nyato dan gaharu," ujarnya dalam acara penanaman pohon di Desa Namang, Minggu.
Ia menjelaskan, Desa Namang dipilih sebagai tempat pelestarian tanaman langka tersebut karena memiliki lahan yang masih luas dan sudah terbukti memiliki kawasan hutan pelawan yang cukup dikenal masyarakat dalam dan luar daerah.
"Dalam penanaman pohon ini kami sengaja mengajak kalangan pelajar agar generasi muda bisa memahami begitu pentingnya melestarikan hutan untuk kelangsungan kehidupan," ujarnya.
Selain itu, kata dia, dengan mengajak pelajar menanam pohon bisa menimbulkan rasa memiliki dari dalam diri sendiri sehingga pada akhirnya memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjaga hutan.
"Melestarikan hutan dan menjaga lingkungan tentu untuk kelangsungan hidup dari generasi ke generasi, maka pelajar perlu kami libatkan agar mereka tahu akan pentingnya melestarikan alam," ujarnya.
Sementara penggagas pembangunan hutan pelawan di Desa Namang, Zaiwan menceritakan membangun hutan pelawan membutuhkan kerja keras dan banyak tantangan yang harus dihadapi.
"Awalnya banyak warga yang beranggapan mustahil saya bisa melestarikan hutan pelawan, namun saya tidak menyerah begitu saja sehingga membuahkan hasil," ujarnya.
Ia mengatakan, dukungan pemerintah daerah sangat besar dalam mewujudkan keinginan melestarikan hutan pelawan.
"Sekarang pemerintah kembali mengarahkan ke Desa Namang sebagai tempat pelestarian pohon keras yang sudah mulai langka, tentu kami menyambut baik itu," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026