"Pemerintah daerah harus menjamin pasokan, pendistribusian dan stok sembilan bahan pokok (sembako) di pedagang untuk menjaga stabilitas harga selama puasa,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statisti (BPS) Pusat, Kecuk Suhariyanto berharap Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meningkatkan pasokan sembako untuk menekan kenaikan inflasi selama menjelang Puasa dan Lebaran Idul Fitri.

"Pemerintah daerah harus menjamin pasokan, pendistribusian dan stok sembilan bahan pokok (sembako) di pedagang untuk menjaga stabilitas harga selama puasa," kata Kecuk Suhariyanto usai workshop Forum Data Provinsi Kepulauan Babel di Pangkalpinang, Senin.

Saat ini, kata dia, permintaan sembako masyarakat sudah mengalami peningkatan untuk menyambut hari pertama puasa Ramadhan.

"Jika pasokan terjamin dan pendistribusian lancar, maka dipastikan harga sembako tidak akan bergejolak," katanya.

Namun demikian, kata dia, pemerintah daerah harus mewaspadai kenaikan harga sembako menjelang Hari Raya Idul Fitri, karena permintaan masyarakat mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Diperkirakan menjelang lebaran permintaan masyarakat akan jauh lebih tinggi, sehingga pemerintah daerah harus meningkatkan pasokan berbagai kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kepulauan Babel Herum Fadjarwati mengatakan pada Mei tahun ini, Kota Pangkalpinang mengalami deflasi 0,61 persen, dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) turun menjadi 118,06 dari sebelumya 118,79 pada April.

Sementara itu, Kabupaten Belitung mengalami inflasi 2,13 persen karena indeks harga konsumen (IHK) pada kelompok bahan makanan meningkat menjadi 129,77 dibanding sebelumnya 127,06.

"Mudah-mudahan inflasi di Babel tidak akan mengalami kenaikan yang tinggi menjelang lebaran nanti, namun demikian diperlukan kerja sama antarinstansi pemerintah daerah dalam menekan angka inflasi ini," ujarnya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026