"Saat ini, kami masih menunggu keputusan DPP PDIP untuk menentukan balon bupati dan wakil bupati yang akan diusung pada Pilkada nanti,"Toboali (Antara Babel) - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sudah menerima lima pendaftaran bakal calon (balon) bupati periode 2015-2020 yang akan bertarung dalam Pilkada 2015.
"Saat ini, kami masih menunggu keputusan DPP PDIP untuk menentukan balon bupati dan wakil bupati yang akan diusung pada Pilkada nanti," kata Ketua DPC PDIP Bangka Selatan, Sipioni H Sarian di Toboali, Senin.
Ia menjelaskan, kelima bakal calon yang sudah secara resmi mendaftar diantaranya Rina Tarol, Toni Mukti, Nursamsu, Justiar Noer dan Sulyadi.
"Siapapun nanti yang mendapat rekomendasi dari DPP, kami siap untuk memenangkan calon kandidat menjadi kepala daerah ini," ujarnya.
Ia menegaskan, tidak ada uang mahar dalam tubuh PDIP untuk menjadi seseorang menjadi calon kandidat, sebagaimana arahan perwakilan DPP yang datang ke Pangkalpinang beberapa waktu lalu.
"Kami tidak mengenal istilah uang mahar untuk mendaftarkan diri, namun apabila hendak melakukan survey, maka dipersilahkan menggunakan dana pribadi karena partai tidak menyediakan dana survei tersebut," katanya.
Menurut dia, apabila calon kandidat hendak melakukan survey kepada masyarakat pasti membutuhkan dana, maka dana yang digunakan itu merupakan dana gotong royong bakal calon untuk melakukan survey.
"Kalau untuk menentukan lembaga atau badan survei itu baru tugas PDIP, apakah mau menggunakan LSI atau Indobarometer atau yang lainnya, karena dari hasil survei inilah yang akan menentukan siapa yang layak maju dalam pilkada nanti," ujarnya.
Sebagai ketua DPC Bangka Selatan, kata dia, siap melaksanakan keputusan DPP dan siap memenangkan calon yang telah mendapat rekomendasi tersebut.
Pewarta: JuniardiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.