"Kami mengimbau agar nelayan di Babel terutama nelayan tradisional mewaspadai potensi terjadinya angin kencang karena dapat memicu naiknya gelombang laut,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta nelayan di daerah itu mewaspadai potensi terjadinya angin kencang di sejumlah perairan pada Kamis (25/6).

"Kami mengimbau agar nelayan di Babel terutama nelayan tradisional mewaspadai potensi terjadinya angin kencang karena dapat memicu naiknya gelombang laut," ujar Staf Koordinator Unit Analisa Kantor BMKG Pangkalpinang, Deas Achmad Rivai di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan, kecepatan angin di perairan daerah itu diprakirakan lebih dari 37 kilometer per jam dan bergerak dari dari Tenggara menuju Selatan.

Kecepatan angin ini meningkat dibanding beberapa hari sebelumnya yang hanya antara delapan hingga 33 kilometer per jam.

Menurut dia, kecepatan angin ini berdampak pada naiknya gelombang laut di perairan Babel yang mencapai dua meter yang berpotensi terjadi di Selat Karimata, Utara Bangka dan Selat Gelasa.

Ketinggian gelombang laut di perairan Babel lainnya yakni Selat Bangka dan Selatan Bangka diperkirakan mencapai 1,3 hingga 1,8 meter dengan kecepatan angin mencapai 34 kilometer per jam.

Sementara itu, berdasarkan pantauan satelit cuaca, kondisi daratan Babel masih cerah berawan, namun untuk potensi hujan belum terjadi di daratan tersebut.

"Seluruh daratan Babel di tujuh kabupaten kota diprakirakan tidak akan turun hujan," katanya.

Menurut dia, walaupun potensi hujan tidak akan terjadi di daratan ini, namun kondisi angin masih cukup kencang dan meningkat dari beberapa hari sebelumnya.

"Kecepatan angin di daratan ini diprediksi akan mencapai hingga 28 kilometer per jam atau meningkat dari beberapa hari sebelumnya dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 22 kilometer per jam," katanya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026