"Menjelang Idul Fitri pasokan sapi potong, juga kambing dan daging olahan juga cukup tinggi, karena konsumsi daging masyarakat yang mengalami peningkatan,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat jumlah sapi potong yang masuk ke daerah itu menjelang Idul Fitri 1436 Hijriah mencapai 6.406 ekor.
"Menjelang Idul Fitri pasokan sapi potong, juga kambing dan daging olahan juga cukup tinggi, karena konsumsi daging masyarakat yang mengalami peningkatan," kata Kasi Karantina Hewan BKP Pangkalpinang, Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, pasokan sapi potong semakin mengalami peningkatan pada awal puasa Ramadhan di Pelabuhan Pangkalbalam, Pelabuhan Tanjungkalian dan juga di Pelabuhan Tanjungpandan.
"Diperkirakan pemasukan sapi potong ini akan terus meningkat hingga Hari Raya Idul Adha seiring meningkatnya permintaan sapi qurban warga," ujarnya.
Tidak hanya sapi potong, jumlah kambing potong yang masuk ke daerah itu sebanyak 3.181 ekor, daging sapi beku 2.016 kilogram, daging kambing beku 174 kilogram dan daging sapi olahan 3.524 kilogram.
Sementara itu, jumlah sapi bibit yang masuk 573 ekor dan domba 19 ekor.
"Jumlah sapi, kambing potong dan daging olahan yang masuk cukup tinggi, karena hasil peternakan hewan besar petani yang belum memadai untuk memenuhi kebutuhan daging warga," ujarnya.
Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan daging pemerintah daerah masih mengandalkan pasokan sapi dari daerah sentra peternakan sapi di Pulau Jawa dan Sumatera.
"Saat ini peternakan sapi di daerah ini masih tahap pengembangan, sehingga ketergantungan sapi dari luar cukup tinggi," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya terus mengoptimalkan pengawasan di pintu-pintu masuk daerah itu untuk mencegah masuknya sapi atau daging ilegal yang mengandung berbagai penyakit ternak berbahaya.
"Kami siap mewujudkan Kepulauan Babel menjadi daerah swasembada daging dengan memperketat pengawasan ternak dan hewan ilegal karena berpotensi membawa berbagai penyakit berbahaya yang akan mengganggu perkembangan peternakan di daerah ini," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.