"Sebagian nelayan sudah melengkapi logistik seperti solar, es dan kebutuhan penangkapan lainnya,"
Sungailiat (Antara Babel) - Sejumlah nelayan di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mulai turun melaut dua hari seusai Lebaran idul Fitri 1436 Hijriah.

Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Bangka, Ridwan, di Sungailiat, Minggu, sejumlah nelayan tradisional dengan alat tangkap jaring dan pancing sudah mulai turun melaut untuk menangkap ikan.

"Sebagian nelayan sudah melengkapi logistik seperti solar, es dan kebutuhan penangkapan lainnya," katanya.

Menurut dia, msski masih dalam suasana Lebaran, namun para nelayan sudah turun melaut karena harus memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kami hanya mengingatkan agar para nelayan tradisional tidak terlalu jauh ke tengah laut karena kondisi cuaca yang diprediksi masih kurang baik dengan gelombang tinggi disertai angin kencang," katanya.

Ia menyebutkan, nelayan harus tetap memperhatikan kondisi cuaca  dan tidak memaksakan diri melaut jika gelombang tinggi disertai angin kencang.

"Umumnya kapal yang digunakan nelayan Sungailiat rata-rata di bawah 10 gross ton sehingga cukup membahayakan jika memaksakan diri melaut dalam kondisi gelombang pasang," kata Ridwan.

Kalaupun terpaksa harus melaut, ia berharap para nelayan hendaknya melengkapi diri dengan peralatan keselamatan dan tidak saling berjauhan antar satu nelayan dengan nelayan lainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Usahakan jarak antara nelayan saat menangkap ikan jangan berjauhan sehingga jika ada sesuatu kendala dapat segera mendapat pertolongan dari nelayan lainnya," katanya.

Pewarta: Kasmono
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026