Kenaikan NTP karena indeks harga yang diterima petani naik 1,33 persen lebih besar dari indeks harga yang dibayar petani yang juga naik 0,58 persen,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada Juli 2015 sebesar 106,79 atau naik sebesar 0,75 persen dibanding bulan sebelumnya 106,00.
"Kenaikan NTP karena indeks harga yang diterima petani naik 1,33 persen lebih besar dari indeks harga yang dibayar petani yang juga naik 0,58 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Babel Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan kenaikan NTP dipicu naiknya subsektor tanaman pangan sebesar 97,01, hortikultura 98,30, tanaman perkebunan rakyat 114,76, subsektor peternakan 93,05, perikanan 100,36 dengan kelompok perikanan tangkap 101,26 dan kelompok perikanan budidaya sebesar 94,21.
"Harga hasil produksi pertanian lebih besar jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," katanya.
Ia mengatakan secara umum indeks harga yang diterima petani (IT) mencapai 124,92 atau mengalami kenaikan sebesar 1,33 persen dibandingkan IT sebelumnya 123,28.
"Kenaikan It terjadi karena naiknya IT subsektor hortikultura 1,76 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,61 persen, perternakan 1,42 persen, dan perikanan sebesar 1,83 persen.
Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (IB) mengalami fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
"IB sebesar 116,98 atau juga mengalami kenaikan sebesar 0,58 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya 116,30," ujarnya.
Menurut dia kenaikan IB karena naiknya IB subsektor tanaman pangan sebesar 0,52 persen, hortikultura 0,48 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,67 persen, peternakan 0,50 persen, dan subsektor perikanan 0,38 persen.
"NTP ini menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin tinggi pula tingkat daya beli petani," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.