Kami berharap nelayan tidak memaksakan diri untuk melaut selama tinggi gelombang mencapai dua hingga tiga meter disertai angin kencang,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau nelayan tradisional di daerah itu agar tidak melaut selama kondisi cuaca di perairan memburuk karena dapat membahayakan keselamatan.

"Kami berharap nelayan tidak memaksakan diri untuk melaut selama tinggi gelombang mencapai dua hingga tiga meter disertai angin kencang," kata Kabid Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya DKP Babel, Kristializar di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan, tinggi gelombang yang mencapai dua hingga tiga meter sudah membahayakan keselamatan nelayan, karena kapal tangkap ikan nelayan berukuran kecil dan belum memiliki alat keselamatan yang memadai.

"Dalam sepekan terakhir ini sudah terjadi empat kecelakaan kapal nelayan karena dihantam gelombang tinggi dan angin kencang," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah dalam hal ini hanya bisa sebatas menyampaikan peringatan agar nelayan waspada dan berhati-hati selama cuaca ekstrem di perairan daerah ini.

"Kami tidak bisa melarang nelayan melaut karena itu hak mereka, tetapi diharapkan nelayan untuk mematuhi peringatan cuaca buruk demi keselamatan jiwanya," ujarnya.

Untuk itu, menurut dia, nelayan diharapkan tidak memaksakan diri untuk melaut dan untuk sementara mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

"Kami juga berharap pemerintah kabupaten/kota memberikan bantuan sembako untuk meringankan beban nelayan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya," ujarnya menambahkan.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026