"Tinggi gelombang di Selat Karimata rata-rata berkisar 1,5 - dua meter, arah dan kecepatan angin dari barat hingga utara berkisar 5 hingga 25 kilometer per jam," ujar staf Koordinator Unit Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang, Nur Setiawan di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan, tinggi gelombang di perairan utara Bangka rata-rata 1,5 - dua meter, arah dan kecepatan angin dari barat hingga utara berkisar 5 - 25 kilometer per jam.
Demikian juga, tinggi gelombang di perairan Selat Gelasa diprakirakan 1,5 - dua meter dengan arah angin dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 5 - 25 kilometer per jam.
Sementara itu, tinggi gelombang di selat Bangka berkisar 0,5 - 1,5 meter, arah angin dari barat daya hingga barat laut berkisar 5 - 20 kilometer per jam.
Tinggi gelombang di Selatan Bangka berkisar 0,5 hingga 1,3 meter, arah dan kecepatan angin dari barat daya hingga barat laut berkisar 5 hingga 20 kilometer per jam.
"Kami mengimbau nelayan dan nahkoda kapal untuk berhati-hati, karena ketinggian gelombang bisa mengalami peningkatan yang lebih tinggi yang dipengaruhi adanya awan Cumulunimbus (CB)," ujarnya.
Menurut dia, adanya awan Cumulunimbus yang bisa menimbulkan ancaman petir dan meningkatkan ketinggian gelombang.
"Selama musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau ini, aktivitas awan CB mengalami peningkatan yang memicu kejadian bencana alam seperti angin kencang, angin puting beliung, gelombang tinggi dan fenomena alam yang cukup ekstrim lainnya yang membahayakan keselamatan warga," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk mencegah kecelakaan karena cuaca buruk, kami menginggatkan nelayan untuk lebih waspada, dengan memperhati kondisi cuaca sebelum berangkat melaut.
"Bagi nelayan yang sedang beraktivitas menangkap ikan di tengah laut, apabila ada segumpalan awan hitam tebal untuk segera mencari tempat berlindung karena awan tersebut akan memincu angin kencang dan gelombang tinggi yang akan membahayakan keselamatan nelayan tersebut," ujarnya.
Selain itu, warga diimbau menjauhi daerah terbuka seperti tanah lapang, dan persawahan termasuk wilayah perairan saat hujan disertai petir melanda kawasan setempat.
"Saat hujan turun, potensi munculnya petir sangat besar termasuk tiupan angin kencang yang sifatnya merusak walau pun dampak kerusakannya hanya terjadi di daerah lokal atau skala kecil," ujarnya.
Pewarta: Pewarta :AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.