Ada 10 dusun di daerah kami belum diterangi listrik dan berdasarkan data umum tercatat baru 90 persen warga yang menikmati energi."
Koba (Antara Babel) - Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gatot Wibowo menyatakan sebanyak 10 dusun di daerahnya belum dialiri listrik.

"Ada 10 dusun di daerah kami belum diterangi listrik dan berdasarkan data umum tercatat baru 90 persen warga yang menikmati energi," ujar Gatot dalam rapat koordinasi kepala daerah membahas persoalan kelistrikan di Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis.

Ia menjelaskan, rata-rata warga yang belum menikmati listrik adalah mereka yang tinggal di sejumlah pulau kecil di antaranya di Pulau Panjang, Pulau Pongok dan di Pulau Pangkalanbatu.

"Sebenarnya pemerintah sudah mengupayakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah terpencil dan terisolasi, namun belum bisa diharapkan karena banyak pembangkit yang rusak," ujarnya.

Ia mengatakan, dewasa ini tercatat sebanyak delapan unit PLTS di Bangka Selatan tetapi lima mesin dalam kondisi rusak karena disambar petir.

"Sekarang hanya tiga unit PLTS yang bisa difungsikan, namun belum mampu memenuhi kebutuhan listrik warga," ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan PLTS tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Pemprov Bangka Belitung.

"Kami di daerah tidak memiliki biaya untuk memperbaiki dan melakukan pemeliharaan mesin. Tentu kami berharap dana pemeliharaan dan perbaikan mesin ditanggung pemerintah pusat," ujarnya.

Ia mengatakan, potensi perekonomian di pulau terpencil cukup besar namun belum bisa digarap secara optimal karena terkendala arus listrik.

"PLTS sebenarnya solusi yang tepat, tetapi belum berjalan secara maksimal," ujarnya.


Pewarta: Ahmadi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026