Pemicu turunnya NTP tersebut karena perubahan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih kecil jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian."Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat Nilai Tukar Petani di provinsi itu pada Oktober 2015 sebesar 104,73 atau turun 0,78 persen dibanding angka September 2015 sebesar 105,55.
"Pemicu turunnya NTP tersebut karena perubahan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih kecil jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, dari lima NTP subsektor hanya satu yang mengalami kenaikan. NTP subsektor hortikulutra turun 1,43 persen dari 100,08 menjadi 98,65, NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 1,09 persen dari 112,33 menjadi 111,10,
Kemudian NTP subsektor peternakan turun 1,36 persen dari 92,99 menjadi 91,72, NTP subsektor perikanan turun 0,58 persen dari 100,16 menjadi 99,69, sedangkan NTP subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan 1,41 persen dari 95,80 menjadi 97,15.
Ia mengatakan, indeks harga yang dibayar petani (It) pada Oktober 2015 mengalami penurunan 1,41 persen menjadi 123,16 dari 124,92 pada September 2015. Penurunan disebabkan turunnya It pada empat subsektor, hanya satu subsektor yang mengalami kenaikan.
Sementara itu indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga mengalami penurunan sebesar 0,64 persen dari 118,36 menjadi 117,60. Penurunan itu disebabkan turunnya Ib di seluruh subsektor.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.