Sekarang sudah masuk musim hujan, petani sudah bisa mulai menanam dan waktu yang tepat bertanam pertengahan November 2015."Koba (Antara Babel) - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung mengajurkan para petani mulai menanam padi sawah karena sudah masuk musim hujan.
"Sekarang sudah masuk musim hujan, petani sudah bisa mulai menanam dan waktu yang tepat bertanam pertengahan November 2015," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Tengah, Mahmudin di Koba, Selasa.
Ia menjelaskan, pertengahan November kondisi cuaca sudah mulai cocok untuk melakukan tanam padi atau sudah masuk masa tanam.
"Kondisi pengairan irigasi juga sudah mulai lancar, karena selama musim kemarau beberapa bulan membuat irigasi yang kami bangun tidak berfungsi dan sekarang sudah bisa digunakan untuk mengairi sawah petani," ujarnya.
Ia mengatakan, para petani padi terutama di sentra padi sawah Desa Namang sangat membutuhkan irigasi untuk memenuhi kebutuhan air sawah.
"Jaringan irigasi itu sudah ada, hanya saja pada musim kemarau mengalami kekeringan sehingga selama beberapa bulan ini petani belum bisa turun ke sawah," katanya.
Mahmudin mengatakan, sejak Januari hingga Oktober 2015 para petani sawah tidak bisa mengolah petak sawah kemarau panjang.
"Kondisi itu membuat produksi padi sawah di Desa Namang turun drastis karena praktis mereka gagal panen tahun ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Bangka Tengah, Sajidin mengatakan di Desa Namang terdapat sekitar 65 hektare sawah petani yang merupakan satu hamparan.
"Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 15 hektare yang bisa dipanen selama tahun ini dan itupun hasilnya tidak memadai karena padi sawah petani mengalami fuso," ujarnya.
Ia menjelaskan, produksi padi sawah di Namang hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri atau belum bisa untuk dilepas ke pasaran.
"Pemenuhan pangan lokal mayoritas masih tetap dipasok dari luar daerah karena sedikitnya areal persawahan di daerah ini," katanya.
Pewarta: AhmadiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026