"Apabila kebijakan 'dual price' diberlakukan, maka dengan adanya pengawasan berbasis TI akan lebih mudah dan cepat mendistribusikan BBM kepada masyarakat,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengusulkan agar pengawasan dan pengendalian pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah itu dilakukan berbasis teknologi informasi (TI).


"Apabila kebijakan 'dual price' diberlakukan, maka dengan adanya pengawasan berbasis TI akan lebih mudah dan cepat mendistribusikan BBM kepada masyarakat," ujar Wakil Gubernur Babel Rustam Effendi di Pangkalpinang, Selasa.


Ia menjelaskan, pengawasan berbasis TI tersebut juga akan membuat pendistribusian BBM ke masyarakat lebih tepat sasaran, karena sistem itu dengan mudah dapat membedakan kendaraan yang menggunakan BBM dengan Rp4.500 atau Rp6.500 per liter.


Menurut dia, alat itu dirancang untuk membedakan plat kendaraan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.


"Misalnya kendaraan berplat hitam tidak bisa menggunakan BBM dengan harga Rp4.500 per liter, demikian sebaliknya kendaraan berplat kuning dan roda dua tidak bisa menggunakan BBM dengan harga Rp6.500. Jika dipaksakan maka BBM-nya tidak bisa keluar," jelasnya.


Selain itu, tambah dia, apabila kebijakan dua harga BBM subsidi diberlakukan, pihaknya bekerja sama dengan aparat kepolisian akan memperketat pendistribusian di SPBU.


"Seluruh SPBU akan dijaga ketat aparat kepolisian untuk menekan praktik pengeritan dan penimbunan BBM," ujarnya.


Menurut dia, selama ini pendistribusian BBM subsidi di SPBU masih dilakukan secara manual, sehingga pendistribusiannya kurang tepat sasaran dan tingkat penimbunan cukup tinggi.


"Saat ini antrean panjang kendaraan sudah terjadi di sejumlah SPBU seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan operasional mesin tambang timah," ujarnya.


Ia berharap usulan pengawasan pendistribusian BBM berbasis TI tersebut disetujui Pemerintah Pusat, sehingga dapat mengendalikan dan menghemat konsumsi BBM.


"Pada bulan ini sistem pengawasan berbasis TI ini akan diberlakukan di sejumlah SPBU di Jakarta dan mudah-mudahan bulan depan juga diberlakukan di Babel," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026