Kami mengharapkan media massa terus melakukan terobosan-terobosan dalam penyajian berita tentang pengawasan pembangunan yang mencerdaskan masyarakat.Pangkalpinang (Antara Babel) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi menyatakan akan terus melibatkan media massa dalam mengawasi pembangunan guna mengoptimalkan percepatan dan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.
"Kami mengharapkan media massa terus melakukan terobosan-terobosan dalam penyajian berita tentang pengawasan pembangunan yang mencerdaskan masyarakat," kata Rustam Effendi pada pelantikan pengurus DPD PWRI Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan peran media massa menjadi sangat penting dalam mendorong percepatan pembangunan dan mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang berimbang, akurat dan terpecaya.
"Pembangunan di daerah ini merupakan bagian dari pembangunan nasional melalui optimalisasi potensi dan peluang yang dimiliki daerah ini," ujarnya.
Menurut dia, secara tidak langsung pemerintah daerah melibatkan media massa dan jurnalis dalam mengoptimalkan perannya mendukung pembangunan potensi di daerah tersebut.
"Dengan keterlibatan media massa ini maka masyarakat akan mengetahui dan menilai sarana prasarana yang telah dibangun pemerintah daerah guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Untuk itu ia mengimbau jurnalis agar senantiasa memberikan informasi-informasi yang baik, benar, akurat dan terpercaya guna meningkatkan iklim kondusif di tengah-tengah masyarakat di daerah ini.
"Kita harapkan informasi yang disajikan bersifat mendidik, sehingga dapat mencerdaskan dan menumbuhkan kemandarian masyarakat di daerah ini," ujarnya.
Pelantikan pengurus DPD PWRI Kepulauan Bangka Belitung dihadiri Ketua Umum PWRI, Kapolda, Kejati, PWI, pimpinan media massa dan tamu undangan lainnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.