Penurunan harga BBM sama sekali tidak mempengaruhi harga cabai karena stok masih sangat terbatas.Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga cabai di pasar-pasar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih bertahan tinggi pascaturunnya harga bahan bakar minyak.
"Penurunan harga BBM sama sekali tidak mempengaruhi harga cabai karena stok masih sangat terbatas," kata seorang pedagang, Jeki di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan, terbatasnya stok akibat pasokan yang masuk dari daerah sentra belum mencukupi, selain itu juga karena pelayaran kapal pengangkut barang sering tertunda disebabkan buruknya cuaca di perairan.
Harga cabai merah masih bertahan Rp40.000 per kilogram, cabai hijau Rp30.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp35.000 per kilogram dan harga cabai rawit merah Rp40.000 per kilogram.
"Saat ini sudah mulai musim hujan sehingga ketinggian gelombang sering meningkat, rata-rata komoditas tersebut dipasok dari Jawa, Palembang, Medan, Bengkulu dan lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Yuli, pedagang lainnya juga mengakui harga kebutuhan pokok belum turun meski harga BBM sudah turun.
Menurut dia, harga kebutuhan lebih dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Selain itu penurunan harga BBM sangat rendah sehingga belum memberikan dampak terhadap harga kebutuhan masyarakat.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.