"Berdasarkan pantauan petugas pada Selasa (21/5), stok beras di gudang distributor mencapai 4.095 ton,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras di gudang distributor Provinsi Bangka Belitung (Babel), cukup hingga tiga bulan ke depan atau Agustus 2013 untuk memenuhi konsumsi warga karena pasokan dari daerah sentra produksi beras lancar.


"Berdasarkan pantauan petugas pada Selasa (21/5), stok beras di gudang distributor mencapai 4.095 ton," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Husni Thamrin di Pangkalpinang, Rabu.


Ia menjelaskan, dari 4.095 ton beras tersebut tersebar di sejumlah gudang distributor yang tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Belitung dan Kota Pangkalpinang, dengan rincian, stok beras di PT Bina Purnama Bersama sebanyak 650 ton.


Stok beras di gudang PT. Bangka Alam Sejahtera 400 ton, PT Cahaya Abadi 30 ton, Akon 250 ton, gudang Bulog 2.115 ton, Toko Hartono 20 ton, Toko Kim Nyuk 70 ton, UD Mawar Jaya Belitung 375 ton, CV AS sebanyak 10 ton dan PT Globus Internusa sebanyak 175 ton.


"Diperkirakan stok beras ini akan terus bertambah karena setiap seminggu sekali distributor menambah stok seiring kondisi perairan Babel aman untuk pelayaran kapal laut," ujarnya.


Ia mengatakan, stok beras yang cukup ini, tidak mempengaruhi harga yang masih bertahan tinggi Rp10 ribu per kilogram dari harga normal Rp9.500 per kilogram

Sementara harga beras eceran masih bertahan tinggi Rp10.500 per kilogram dari harga sebelumnya Rp10 ribu per kilogram.


"Diperkirakan harga beras ini akan masih bertahan tinggi karena produksi padi petani di daerah sentra produksi kurang seiring belum memasuki panen raya," ujarnya.


Menurut dia, dalam upaya menekan harga beras ini, pihaknya mengoptimalkan pengawasan untuk mencegah praktik penimbunan yang mengakibatkan kelangkaan beras.


"Praktik penimbunan ini cukup rawan, mengginggat akan diberlakukannya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat karena meningkatnya biaya transportasi barang dari daerah asal," ujarnya.


Untuk itu, kata dia, pihaknya mengimbau untuk terus meningkatkan pasokan dan tidak melakukan penimbunan barang yang akan berdampak terhadap kenaikan harga barang yang tinggi.


"Kami akan menindak tegas pelaku penimbunan sesuai hukum yang berlaku yang menimbulkan efek jera bagi pelaku dan tindakan ini bisa menjadi contoh bagi pedagang lainnya untuk tidak melakukan penimbunan sembako," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026