Tak ada pengaruh sama sekali penurunan harga BBM terhadap harga daging, dan hingga kini permintaan masih dapat dipenuhi.Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga daging sapi di pasar-pasar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertahan Rp110.000 per kilogram pascaturunnya harga bahan bakar minyak.
"Tak ada pengaruh sama sekali penurunan harga BBM terhadap harga daging, dan hingga kini permintaan masih dapat dipenuhi," kata Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Pangkalpinang, Eka Subehi di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengakui gejolak harga sering terjadi menjelang perayaan hari besar keagamaan karena pada saat itu permintaan cenderung mengalami peningkatan. Hanya saja penurunan harga BBM justru tidak ikut menekan harga jual daging di pasaran.
"Permintaan daging sapi masih normal dan sepertinya stok juga cukup. Tidak ada penurunan harga meski harga BBM sudah turun," ujar dia menambahkan.
Menurut dia, stok ditambah dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhahan warga di daerah itu dan hal tersebut merupakan salah satu antisipasi agar tetap menjaga kestabilan harga.
"Jika hanya mengandalkan pasokan lokal pasti tidak cukup untuk memenuhi permintaan warga, maka itu pedagang memasok komoditas tersebut dari luar seperti dari Madura, Palembang, Bengkulu dan juga dari sejumlah daerah lainnya," katanya.
Ia juga mengimbau agar pedagang tetap bersikap jujur dan tidak merugikan konsumen. Bagi yang kedapatan melakukan tindakan yang merugikan konsumen yang berdampak buruk akan ada sanksi yang tegas terhadap pelaku usaha tersebut.
"Sejauh pantauan kami daging yang dijual di pasar-pasar masih dalam keadaan segar atau layak jual, belum kami temukan adanya pelanggaran yang merugikan konsumen dan semoga saja itu tidak pernah terjadi," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.