Saat ini tim verifikasi sedang melakukan survei data lokasi pembangunan kampung KB yang diajukan pemerintah kabupaten/kota.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun kampung KB, guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat daerah tertinggal di provinsi itu.

"Saat ini tim verifikasi sedang melakukan survei data lokasi pembangunan kampung KB yang diajukan pemerintah kabupaten/kota," kata Plt Kepala BKKBN Kepulauan Babel, Mustofa di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan kampung KB ini merupakan program New Indonesia Tim BKKBN 2016, guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.

"Program kampung KB secara nasional akan dicanangkan Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (14/1) di Pantai Pangandaran Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Sementara itu, kata dia, kampung KB di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan dicanangkan atau diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Babel Rustam Effendi pada Kamis (28/1).

"Saat ini kita sedang melakukan survei daerah yang akan dicanangkan sebagai kampung KB. Apakah daerah yang diusulkan pemerintah kabupaten/kota layak dijadikan kampung KB atau tidak," ujarnya.

Ia mengatakan syarat kampung KB ini diantaranya daerah kumuh, tertinggal, kepersertaan KB masyarakat rendah, tingkat pendidikan, kesehatan, dokumen kependudukan seperti kartu keluarga, KTP dan kesejahteraan masyarakat yang masih rendah, serta masalah sosial lainnya yang masih tinggi.

"Daerah-daerah yang dijadikan kampung KB ini akan digarap secara lintas sektoral, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah itu," ujarnya.

Ia berharap verifikasi kampung KB di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang selesai pada pekan depan, guna mempercepat pencanangan kampung KB di daerah ini.

"Kita sudah mengoordinasikan ke seluruh pemerintah provinsi, kabupaten/kota guna mengintensifkan pembangunan dan program-program kampung KB ini," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026