"Pembangunan SMKN di kecamatan itu sebagai sarana belajar mengajar bagi masyarakat setempat dan sekitarnya dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sesuai bidangnya,"
Sungailiat (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membangun Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) baru di Kecamatan Mendo Barat untuk membentuk generasi berkualitas.
"Pembangunan SMKN di kecamatan itu sebagai sarana belajar mengajar bagi masyarakat setempat dan sekitarnya dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sesuai bidangnya," kata Bupati Bangka Yusroni Yazid di Sungailiat, Kamis.
Diharapkan dengan tersedianya sarana lembaga pendidikan formal kejuruan itu mampu menciptakan generasi yang berkualitas, bermoral, terampil dan berdisiplin tinggi, katanya.
"Disamping pendidikan formal lainnya setingkat sekolah umum, sekolah kejujuran menjadi pendidikan utama karena menciptakan generasi yang siap bekerja," katanya menambahkan.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Yunan Helmi mengatakan, sebelumnya pembangunan SMKN tersebut kurang mendapat dukungan dari masyarakat karena dianggap kurang bermanfaat.
"Alhamdulillah dengan perjalanan waktu pembangunan sarana pendidikan yang kita harapkan menjadi wadah bagi generasi muda menuntut ilmu itu dapat terlaksana dengan lancar," ujarnya.
Dikatakan Yunan, pembangunan SMKN yang bersumber dari dana APBN dan APBD dengan total sebesar Rp1,4 miliar itu dibangun secara bertahap.
"Tahap awal pembangunan dimulai dari gedung utama, tahap kedua gedung bengkel dan tahapan pembangunan yang terakhir adalah gedung perpusatakaan," jelasnya.
SMKN di Kecamatan Mendo Barat dibangun di areal seluas 2,3 hektar dan membuka dua jurusan yakni Jurusan Jaringan Komputer dan Teknik Otomotif Mesin Ringan.
Diharapkan pada tahun ajaran 2013 sudah dapat menerima murid baru untuk pertama kalinya.
"Dengan dibangunnya SMKN di Kecamatan Mendo Barat menambah jumlah SMKN di Bangka menjadi lima," katanya.
Pewarta: Pewarta: Kasmono: Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.