Kita optimistis target kunjungan wisatawan untuk melihat GMT itu bisa tercapai, seiring terus dioptimalkannya kegiatan promosi di tingkat nasional dan internasional.Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan sekitar 6.000 wisatawan domestik dan asing ikut menyaksikan fenomena gerhana matahari total (GMT) di Pulau Bangka dan Pulau Belitung pada 9 Maret 2016.
"Kita optimistis target kunjungan wisatawan untuk melihat GMT itu bisa tercapai, seiring terus dioptimalkannya kegiatan promosi di tingkat nasional dan internasional," kata Kabid Promosi dan Pemasaran Disbudpar Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Yani Hazir di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, target kunjungan sebanyak 6.000 orang wisatawan tersebut dengan rincian 4.000 wisatawan domestik dan 2.000 orang wisatawan mancanegara.
"Saat ini sekitar 80 persen hotel di Pulau Belitung sudah dipesan wisatawan untuk menyaksikan fenomena gerhana matahari total," ujarnya.
Sementara itu, menurut dia, kamar-kamar hotel di Pulau Bangka sekitar 60 hingga 70 persen juga sudah dipesan oleh wisatawan domestik dan asing.
"Alhamdulillah fenomena alam yang langka ini sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini," ujarnya.
Menurut Ahmad Yani Hazir, fenomen GMT ini merupakan momentum pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi wisata di daerah itu dunia internasional.
"Kita terus melakukan berbagai persiapan agar wisatawan tidak hanya menyaksikan GMT tetapi juga menikmati keindahan alam pantai, seni budaya dan kuliner khas daerah ini," ujarnya.
Untuk itu, ia berharap masyarakat ikut berperan dan mendukung berbagai persiapan yang dilakukan pemerintah daerah agar wisatawan dapat menikmati fenomena alam itu dengan baik dan mereka tertarik untuk kembali berkunjung guna menikmati keindahan alam dan seni budaya daerah ini.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.