"Biasanya pedagang pengecer selalu memanfaatkan isu-isu nasional untuk menaikkan harga yang akan memberatkan ekonomi warga kurang mampu,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) meminta pedagang sembako eceran tidak menaikkan harga menjelang diberlakukannya harga bahan bakar minyak (BBM) baru.
"Biasanya pedagang pengecer selalu memanfaatkan isu-isu nasional untuk menaikkan harga yang akan memberatkan ekonomi warga kurang mampu," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel Husni Thambrin di Pangkalpinang, Minggu.
Ia menjelaskan, menjelang diberlakukannya harga BBM subsidi baru bagi kendaraan berplat hitam harga berbagai kebutuhan pokok eceran seperti beras, daging, minyak goreng, gula pasir dan kebutuhan lainnya mulai naik.
Ia mengatakan, saat ini harga beras di tingkat pedagang pengecer sudah mencapai Rp11 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp10 ribu, minyak goreng merek Fortune eceran Rp12 ribu per liter, telur ayam mencapai Rp20 ribu dari sebelumnya Rp15 ribu per kilogram.
Harga cabai merah eceran mencapai Rp35 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30 ribu, bawang merah naik Rp40 ribu per kilogram dari Rp35 ribu dan kebutuhan eceran lainnya yang rata-rata mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
"Harga BBM belum tentu naik, namun pedagang sudah mulai menaikkan harga sehingga merugikan masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, kenaikan harga BBM akan berdampak terhadap kenaikan harga barang karena biaya transportasi barang dari daerah asal ke Bangka Belitung yang merupakan wilayah kepulauan akan semakin tinggi.
"Babel merupakan wilayah kepulauan yang sebagian besar kebutuhan warganya masih mengandalkan pasokan dari luar seiring terbatasnya hasil pertanian dan produk olahan di daerah itu," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga barang eceran ini, pihaknya terus meningkatkan pengawasan stok dan harga di sejumlah pasar tradisional, swalayan, toko dan pedagang eceran lainnya.
"Saat ini stok dan harga barang di tingkat distributor masih stabil, sementara harga di tingkat pedagang eceran mulai naik karena isu kenaikan harga BBM tersebut," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.