"Stok daging sapi itu dapat mencukupi kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan dan stok akan terus bertambah untuk menjaga ketahanan pangan di daerah ini,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyebutkan stok daging sapi di tingkat distributor dan tingkat pengEcer di daerah itu mencapai 11,16 ton.

"Stok daging sapi itu dapat mencukupi kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan dan stok akan terus bertambah untuk menjaga ketahanan pangan di daerah ini," kata Kabid Distribusi BKP Babel M.Yusmin di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan, dari total 11,16 ton stok daging sapi, 8,8 ton berada di tingkat distibutor dan sisanya 2,36 ton berada di tingkat pedagang pengecer yang tersebar di satu kota dan enam kabupaten di daerah ini.

"Mudah-mudahan dengan stok daging sapi itu dapat mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Menurut dia, menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri akan terjadi peningkatan permintaan daging sapi masyarakat sehingga pemerintah provinsi dan daerah harus terus melakukan pemantauan stok dan harga komoditas bahan pangan di daerah itu.

"Kami terus berupaya menjamin ketahanan komoditas bahan pangan di daerah ini dengan mendatangkan kebutuhan pokok tersebut dari luar daerah dan jika terjadi peningkatan signifikan pada permintaan daging masyarakat, kami akan menambah pasokan dari Jawa dan Sumatera," ujarnya.

Ia mengatakan, harga daging sapi di daerah itu masih bertahan normal seiring dengan permintaan konsumen yang masih stabil yaitu di tingkat distributor Rp73.000 hingga Rp100.000 per kilogram dan ditingkat pengecer mencapai Rp85.000 hingga Rp110.000 per kilogram.

"Saat ini, permintaan daging sapi masih stabil dan diperkirakan harga dan permintaan akan mengalami peningkatan menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri seiring meningkatkan kebutuhan warga untuk memeriahkan dua momen perayaan agama Islam tersebut," ujarnya.

Ia berharap, agar pihak distributor dan pengecer daging sapi tidak melakukan permainan harga untuk tetap menjamin ketersedian dan stabilitas harga bahan pangan tersebut.

"Kami akan meningkatkan pengawasan distribusi dan penjualan komoditas bahan pangan termasuk daging sapi untuk mencegah penimbunan bahan pangan di daerah ini," ujarnya. 


Pewarta: pewarta: Sutan
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026