Aktivitas Pelabuhan Pangkalbalam dan Sungai Selan berjalan lancar memasok berbagai kebutuhan pokok masyarakat pascabanjir.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memantau aktivitas dua pelabuhan, untuk memastikan kelancaran aktivitas bongkar muat dan pendistribusian barang di pelabuhan itu.

"Aktivitas Pelabuhan Pangkalbalam dan Sungai Selan berjalan lancar memasok berbagai kebutuhan pokok masyarakat pascabanjir," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kepulauan Babel Marhoto di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan pemantauan aktivitas pelabuhan ini, agar stok sembako dan kebutuhan masyarakat di gudang-gudang distributor tetap aman.

Pemantauan tersebut, tambahnya, merupakan antisipasi dini untuk menekan kenaikan harga beras, minyak goreng, gula pasir dan lainnya di masyarakat pascabanjir.

Ia mengatakan saat ini berbagai kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional masih stabil, karena stok pedagang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Misalnya stok beras mencapai 3.815 ton tersebar di 10 gudang distributor dengan rincian stok beras di gudang PT Bina Purnama Bersama 650 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 800 ton.

Selanjutnya, stok beras di gudang PT Cahaya Abadi 45 ton, Akon 200 ton, Bulog 1.000 ton, Toko Hartono 25 ton, Toko Kim Nyuk 55 ton, UD Mawar Jaya Belitung 350 ton, CV AS 15 ton dan PT Globus Internusa Belitung 675 ton.

"Pascabanjir ini stok beras cukup, karena gudang-gudang sembako ini tidak terendam banjir beberapa waktu lalu," ujarnya.

Namun demikian, ia berharap distributor untuk terus meningkatkan stok, guna menekan kenaikan harga yang akan memberatkan ekonomi korban banjir.

"Kita berharap pihak pelabuhan untuk memprioritaskan bongkar dan mendistribusikan kebutuhan pokok masyarakat, guna menjaga keamanan stok sembako di daerah ini," harapnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026