• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News babel
Kamis, 15 Januari 2026
Antara News babel
Antara News babel
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
      Kartu nusuk untuk jamaah haji akan dibagikan di Tanah Air

      Kartu nusuk untuk jamaah haji akan dibagikan di Tanah Air

      Kamis, 15 Januari 2026 8:58

      Hoaks! Video mahasiswa protes program MBG saat Ramadhan

      Hoaks! Video mahasiswa protes program MBG saat Ramadhan

      Kamis, 15 Januari 2026 8:56

      Pentingnya dare to speak, KemenPPPA apresiasi The Broken String terbit

      Pentingnya dare to speak, KemenPPPA apresiasi The Broken String terbit

      Rabu, 14 Januari 2026 22:31

      Purbaya akan setop MBG selama Ramadhan, benarkah? Cek faktanya

      Purbaya akan setop MBG selama Ramadhan, benarkah? Cek faktanya

      Rabu, 14 Januari 2026 20:42

      BPOM instruksikan Nestle stop sementara distribusi formula bayi

      BPOM instruksikan Nestle stop sementara distribusi formula bayi

      Rabu, 14 Januari 2026 14:22

  • Mancanegara
      Iran tutup sementara wilayah udara di tengah ketegangan

      Iran tutup sementara wilayah udara di tengah ketegangan

      Kamis, 15 Januari 2026 9:52

      PBB khawatirkan retorika militeristik seputar situasi Iran

      PBB khawatirkan retorika militeristik seputar situasi Iran

      Kamis, 15 Januari 2026 9:11

      Bagaimana kondisi kemanusiaan di Gaza setelah gencatan senjata?

      Bagaimana kondisi kemanusiaan di Gaza setelah gencatan senjata?

      Rabu, 14 Januari 2026 14:09

      Trump tetapkan tarif 25 persen untuk negara yang berdagang dengan Iran

      Trump tetapkan tarif 25 persen untuk negara yang berdagang dengan Iran

      Selasa, 13 Januari 2026 14:01

      Anggota parlemen AS ajukan RUU untuk caplok Greenland

      Anggota parlemen AS ajukan RUU untuk caplok Greenland

      Selasa, 13 Januari 2026 10:26

  • Bangka Belitung
    • Pangkal Pinang
    • Bangka
    • Bangka Tengah
    • Bangka Selatan
    • Bangka Barat
    • Belitung
    • Belitung Timur
    • Lingkungan
        KLH susun dokumen kajian habitat pesisir - laut Babel

        KLH susun dokumen kajian habitat pesisir - laut Babel

        Selasa, 13 Januari 2026 23:07

        Polri pastikan layanan 110 dapat diakses di seluruh Indonesia

        Polri pastikan layanan 110 dapat diakses di seluruh Indonesia

        Senin, 12 Januari 2026 15:32

        Polda Bangka Belitung tanam 28.775 pohon, hijaukan lahan bekas tambang

        Polda Bangka Belitung tanam 28.775 pohon, hijaukan lahan bekas tambang

        Minggu, 4 Januari 2026 13:33

        Warga Pangkalpinang diimbau waspadai cuaca buruk rayakan tahun baru

        Warga Pangkalpinang diimbau waspadai cuaca buruk rayakan tahun baru

        Rabu, 31 Desember 2025 21:04

        Polres Bangka Barat tanam 500 bibit pohon di lahan bekas tambang

        Polres Bangka Barat tanam 500 bibit pohon di lahan bekas tambang

        Selasa, 30 Desember 2025 16:35

    • Olahraga
        Hasil semifinal Piala Afrika: Maroko ke final setelah kalahkan Nigeria lewat adu penalti

        Hasil semifinal Piala Afrika: Maroko ke final setelah kalahkan Nigeria lewat adu penalti

        Kamis, 15 Januari 2026 9:03

        Ditaklukkan Albacete 2-3, Real Madrid tersingkir dari Piala Raja

        Ditaklukkan Albacete 2-3, Real Madrid tersingkir dari Piala Raja

        Kamis, 15 Januari 2026 9:00

        Jadwal India Open 2026: Tiga wakil Indonesia berjuang ke perempat final

        Jadwal India Open 2026: Tiga wakil Indonesia berjuang ke perempat final

        Kamis, 15 Januari 2026 8:48

        Daftar lengkap wakil tuan rumah di Indonesia Masters 2026

        Daftar lengkap wakil tuan rumah di Indonesia Masters 2026

        Rabu, 14 Januari 2026 20:39

        Cesar Meylan disebut akan berperan penting di timnas Indonesia

        Cesar Meylan disebut akan berperan penting di timnas Indonesia

        Rabu, 14 Januari 2026 19:50

    • Gaya Hidup
        Keluarga berperan penting dalam pencegahan perkawinan anak

        Keluarga berperan penting dalam pencegahan perkawinan anak

        Kamis, 15 Januari 2026 9:02

        Karateristik hingga pola pendekatan pelaku child grooming

        Karateristik hingga pola pendekatan pelaku child grooming

        Rabu, 14 Januari 2026 22:29

        Manfaat konsumsi kunyit bagi kesehatan

        Manfaat konsumsi kunyit bagi kesehatan

        Selasa, 13 Januari 2026 9:18

        Instagram pastikan keamanan pengguna usai marak email reset password

        Instagram pastikan keamanan pengguna usai marak email reset password

        Senin, 12 Januari 2026 14:05

        Realme dikabarkan akan kembali menjadi submerek Oppo

        Realme dikabarkan akan kembali menjadi submerek Oppo

        Minggu, 11 Januari 2026 20:35

    • Opini
        Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan

        Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan

        Rabu, 14 Januari 2026 15:21

        Ketika mukena menjadi barang bukti

        Ketika mukena menjadi barang bukti

        Kamis, 8 Januari 2026 8:53

        Ketika belanja layanan kesehatan terus meroket

        Ketika belanja layanan kesehatan terus meroket

        Rabu, 7 Januari 2026 11:27

        Pilkada oleh DPRD dari perspektif kemaslahatan publik

        Pilkada oleh DPRD dari perspektif kemaslahatan publik

        Rabu, 7 Januari 2026 9:02

        Penerapan keadilan restoratif hingga pidana kerja sosial sambut KUHP Baru

        Penerapan keadilan restoratif hingga pidana kerja sosial sambut KUHP Baru

        Kamis, 1 Januari 2026 19:58

    • English News
        Erick Thohir Indonesia men's badminton gold at Sea Games

        Erick Thohir Indonesia men's badminton gold at Sea Games

        Kamis, 11 Desember 2025 10:42

        State must not lose against illegal tin mining: Defense Minister

        State must not lose against illegal tin mining: Defense Minister

        Rabu, 19 November 2025 21:31

        KPK backs Prabowo's move to use seized assets for school smartboards

        KPK backs Prabowo's move to use seized assets for school smartboards

        Rabu, 19 November 2025 9:56

        Prabowo confers National Hero titles on Soeharto, nine figures

        Prabowo confers National Hero titles on Soeharto, nine figures

        Senin, 10 November 2025 14:27

        Prabowo and Indonesia's active role for lasting peace in Gaza

        Prabowo and Indonesia's active role for lasting peace in Gaza

        Jumat, 17 Oktober 2025 14:24

    • Pariwisata dan Multikultur
      • Pangkalpinang
      • Bangka
      • Bangka Tengah
      • Bangka Barat
      • Bangka Selatan
      • Belitung
      • Belitung Timur
      • Foto
        • Pelindo Pangkalbalam gandeng LKBN Antara Babel perkuat kerja sama informasi publik

          Pelindo Pangkalbalam gandeng LKBN Antara Babel perkuat kerja sama informasi publik

          Senin, 12 Januari 2026 16:15

          KRI Silas Papare-386 sandar di Belinyu

          KRI Silas Papare-386 sandar di Belinyu

          Minggu, 11 Januari 2026 19:06

          Kedatangan KRI Todak-631 di Belinyu

          Kedatangan KRI Todak-631 di Belinyu

          Selasa, 6 Januari 2026 11:53

          Peninjauan pelayanan dan pengamanan di Pelabuhan Tanjungkalian

          Peninjauan pelayanan dan pengamanan di Pelabuhan Tanjungkalian

          Jumat, 26 Desember 2025 22:56

          Evakuasi remaja tenggelam di Muara Sungai Kurau

          Evakuasi remaja tenggelam di Muara Sungai Kurau

          Rabu, 24 Desember 2025 11:33

      • Video
        • Ratusan pencari kerja tersalurkan, Disnaker Pangkalpinang siapkan BLK

          Ratusan pencari kerja tersalurkan, Disnaker Pangkalpinang siapkan BLK

          Rabu, 14 Januari 2026 19:07

          Perekaman KTP-el di Pangkalpinang capai 99,03 persen

          Perekaman KTP-el di Pangkalpinang capai 99,03 persen

          Rabu, 14 Januari 2026 18:39

          Menyelami Kekayaan Tradisi Suku Dayak Meratus

          Menyelami Kekayaan Tradisi Suku Dayak Meratus

          Rabu, 14 Januari 2026 13:00

          Hunian layak untuk semua

          Hunian layak untuk semua

          Rabu, 14 Januari 2026 12:46

          PP Tunas, penjaga generasi emas di ruang siber

          PP Tunas, penjaga generasi emas di ruang siber

          Rabu, 14 Januari 2026 12:34

      Pelajaran penting dari gempa bumi di Turki

      Oleh Jafar M Sidik Kamis, 2 Maret 2023 19:24 WIB

      Pelajaran penting dari gempa bumi di Turki

      Jakarta (ANTARA) -

      Bagi penduduk Turki yang pernah mengalami gempa bumi 17 Agustus 1999, gempa bermagnitudo 7,8 yang terjadi pada 6 Februari silam serasa dejavu atau seperti merasakan peristiwa yang sudah dialami sebelumnya.

      Setelah gempa bumi 24 tahun silam yang merenggut 18.000 nyawa di Turki barat laut itu, penegakan aturan mendirikan bangunan yang lemah dan korupsi, dianggap biang kerok untuk begitu banyaknya korban jiwa dalam gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 tersebut.

      Tahun itu, harian terkemuka Turki, Hurriyet, dengan sarkastis menulis, "Lagi-lagi bangunan busuk, lagi-lagi kontraktor bangunan pencoleng nan tak bermoral."

      Ternyata, fenomena bangunan rapuh yang didirikan serampangan, ditambah wabah korupsi, sudah lama mengharu biru Turki jauh sebelum 1999.

      Kini, dalam gempa 6 Februari 2023 yang sudah merenggut lebih dari 45.000 jiwa, kontraktor bangunan yang gegabah dan pejabat publik yang korup, kembali disebut sebagai biang keladi untuk puluhan ribu nyawa manusia yang direnggut oleh gempa ini.

      Sudah lebih dari 160 ribu gedung ambruk atau rusak parah. Bencana ini luar biasa pedih, tetapi juga menciptakan ironi besar karena begitu banyak gedung yang ambruk atau rusak berat.

      Sebanyak 184 orang ditangkap karena dianggap bertanggung jawab atas runtuhnya ribuan gedung itu, termasuk wali kota Nurdagi di Provinsi Gaziantep.

      Banyak warga Turki yang sudah muak oleh praktik korup dalam proyek-proyek pemerintah dan program pembangunan daerah perkotaan.

      Ironisnya, rasa muak seperti ini pernah dirasakan Recep Tayyip Erdogan kala masih menjadi salah satu politisi kubu oposisi yang mengkritik pemerintah Turki saat itu dalam menangani dampak gempa 1999.

      Gempa 1999 itu pula yang dianggap turut mengantarkan Erdogan dan partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), memenangkan pemilu 2002.

      Begitu berkuasa pada 2003, Erdogan langsung mengoreksi keadaan. Dia memacu pembangunan ekonomi Turki dalam kecepatan tinggi.

      Program pembangunan infrastruktur besar-besaran pun diluncurkan, mulai dari membangun jalan raya sampai perumahan rakyat. Turki pun mendapatkan pujian dari mana-mana, termasuk dari investor asing.

      Sayang, lama kelamaan, di balik semua hal baik dan kemajuan besar yang dicapai Erdogan, berkembang sistem rente dalam proyek pembangunan di mana koneksi politik menjadi penentu dalam mendapatkan proyek-proyek pemerintah.

      Itu pula yang acap ditudingkan kubu oposisi kepada Erdogan. Mereka mengkritik bahwa gedung-gedung yang ambruk itu adalah buah dari politik rente yang sistemik.


      Akibat amnesti

      Erdogan balik menyerang oposisi karena sejumlah daerah yang terdampak parah oleh gempa ternyata dipimpin oleh para kepala daerah yang berasal dari partai oposisi.

      Dalam kata lain, politik rente ini sudah tak mengenal batas kelompok politik dan kepentingan.

      Tapi sebenarnya lima tahun setelah berkuasa, pada 2007, pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan menerbitkan aturan ketat dalam bidang konstruksi yang mengharuskan setiap gedung baru yang dibangun tahan dari gempa.

      Sebaliknya, gedung lama diwajibkan mendapatkan penguatan, terlebih gedung yang sudah berulang kali diguncang gempa.

      Izin mendirikan bangunan pun diperketat dengan kewajiban memenuhi syarat tahan gempa. Bahkan, pada 2018, pengembang wajib memperbanyak kolom dan balok baja dalam gedung yang dibangun agar dampak gempa bisa dikendalikan sehingga gempa tak bisa meruntuhkan gedung.

      Sayang, dalam tahun yang sama, pemerintah Turki mengeluarkan amnesti kepada pemilik bangunan lama untuk boleh tak mengikuti aturan wajib memperkuat konstruksi gedung.

      Uang lagi-lagi menjadi faktornya. Menurut Reuters, Turki mendapatkan pemasukan 3 miliar dolar AS dari amnesti yang tak gratis itu.

      Amnesti telah membuat banyak gedung yang seharusnya direhabilitasi menjadi tak diperkokoh. Padahal, menurut data yang kemudian dikutip Reuters pertengahan Februari lalu, separuh dari total 13 juta bangunan di Turki didirikan dengan menyalahi aturan.

      Apa daya, pemerintah lebih membutuhkan uang, ketimbang konsisten menerapkan izin ketat dalam mendirikan bangunan baru dan merawat gedung lama.

      Alih-alih, amnesti itu disampaikan kepada parlemen yang dikuasai partai-partai koalisi pemerintah, agar menjadi undang-undang.

      Keadaan ini bukannya tanpa kritik. Tahun lalu, Asosiasi Arsitek Turki mengecam wakil rakyat yang mendukung amnesti itu sebagai pembunuh karena cepat atau lambat gedung-gedung yang tak laik itu bakal mencelakakan penghuninya.

      Benar saja, begitu gempa bumi Magnitudo 7,8 menghantam Turki pada 6 Februari itu, 160.000 gedung ambruk atau rusak parah, termasuk apartemen dan sejumlah rumah sakit.

      Banyak orang terjebak atau bahkan tertimbun di bawah reruntuhan gedung-gedung yang ambruk.

      Ribuan di antaranya tak terselamatkan, bahkan mungkin masih banyak yang belum ditemukan. Bayangkan saja, betapa sulit mencari korban dari balik reruntuhan gedung tinggi yang ambruk diruntuhkan gempa.

      Situasi tahun ini mengingatkan sebagian orang kepada keadaan 24 tahun silam. Nyawa manusia direnggut oleh gempa yang meruntuhkan gedung-gedung rapuh yang mengabaikan ketentuan akibat korupsi dan keserakahan.


      Teladan Jepang

      Pada kebanyakan bencana alam, termasuk banjir, korban menjadi semakin banyak, bukan hanya karena dahsyatnya bencana alam, tapi juga oleh ulah manusia dalam bagaimana mengantisipasi bencana dan dampaknya yang kerap berulang, walau periode belum tentu terpetakan.

      Beberapa negara menyadari siklus seperti ini. Mereka bersiap dengan bijak dan terukur, agar bencana alam tak menciptakan dampak lebih buruk ketimbang bencana-bencana sebelumnya.

      Salah satu di antaranya adalah Jepang yang terus belajar mengenai bagaimana menekan dampak bencana, terutama dalam kaitan dengan keselamatan manusia.

      Negeri ini dari masa ke masa terus memperbarui dan memperketat cara mencegah bencana tidak menelan korban banyak.

      Jika aturan ketat pascagempa di Turki lama kelamaan diterabas sampai bencana berikutnya mengekspos keserakahan manusia yang membuat dampak bencana semakin parah, maka di Jepang, aturan yang ketat diterapkan konsisten dari waktu ke waktu.

      Aturan mendirikan bangunan baru dan bagaimana seharusnya menguatkan kembali gedung-gedung lama, dari gedung perkantoran sampai rumah tinggal biasa, dipatuhi kuat-kuat oleh Jepang.

      Tak heran, gempa bumi dahsyat bermagnitudo 9,1 dan gelombang tsunami setinggi 40 meter pada 11 Maret 2011, "hanya" merenggut 19.700 nyawa manusia. Bayangkan jika bencana sedahsyat itu terjadi di negara selain Jepang.

      Sebaliknya, di beberapa negara kesadaran mengantisipasi bencana acap hanya menjadi langkah situasional yang segera terlupakan begitu derita bencana hilang dari ingatan.

      Upaya-upaya menetralisir daerah-daerah jalur gempa, longsor atau banjir, untuk tidak berubah menjadi pemukiman padat, hanya dilakukan sesaat yang sirna begitu tragedi akibat bencana alam sudah menjadi cerita masa lalu.

      Padahal, negara-negara ini mengeluarkan aturan yang juga ketat. Bedanya, aturan yang ketat kerap menjadi longgar saat harus diterapkan di lapangan.

      Ketika bencana datang menerjang, maka itu lebih sering dipahami sebagai semata proses alam dan kehendak Tuhan tanpa disertai keinginan mencari tahu mengapa kerugian akibat bencana bisa begitu besar dan mengapa tak ada antisipasi agar dampaknya tak lagi besar.

      Sikap seperti ini meniadakan kebutuhan untuk meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang membuat daerah-daerah rawan bencana, seperti daerah jalur gempa atau daerah resapan air, dibiarkan menjadi tempat hunian padat atau situs ekonomi yang menarik banyak orang, yang berisiko tinggi saat bencana terjadi.

      Koreksi pun hanya sesaat sehingga dalam setiap bencana alam, korban jiwa dalam jumlah besar terus saja terjadi.

      Namun, dalam konteks gempa Turki, pemerintah Erdogan setidaknya berani menghukum mereka yang teledor tidak membangun hunian yang aman dari guncangan gempa.

      Langkah tegas pemerintahan Erdogan dalam menangkapi orang-orang lalai yang juga korup dan serakah karena miskalkulasi dan mismanajemen gedung, menunjukkan ada pengakuan bahwa bencana yang menciptakan tragedi besar, tak melulu semata karena alam. Justru yang sering terjadi, keserakan manusia acap memperparah dampak bencana sehingga korban jiwa pun tetap saja banyak.

      Editor : Bima Agustian
      COPYRIGHT © ANTARA 2026

      Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

      • Whatsapp
      • facebook
      • twitter
      • email
      • pinterest

      Berita Terkait

      Gempa Turki, seorang meninggal dan 69 lainnya terluka

      Gempa Turki, seorang meninggal dan 69 lainnya terluka

      3 Juni 2025 15:01

      Istanbul kembali diguncang gempa 4,3 magnitudo

      Istanbul kembali diguncang gempa 4,3 magnitudo

      26 April 2025 08:54

      Gempa Istanbul jadi pertanda gempa besar di masa depan

      Gempa Istanbul jadi pertanda gempa besar di masa depan

      24 April 2025 20:28

      Korban luka gempa bumi Istanbul Turki naik jadi 236

      Korban luka gempa bumi Istanbul Turki naik jadi 236

      24 April 2025 13:38

      KJRI Istanbul sebut belum ada laporan WNI yang jadi korban gempa

      KJRI Istanbul sebut belum ada laporan WNI yang jadi korban gempa

      23 April 2025 23:14

      Lebih dari 150 orang terluka akibat gempa bermagnitudo 6,2 di Istanbul

      Lebih dari 150 orang terluka akibat gempa bermagnitudo 6,2 di Istanbul

      23 April 2025 22:15

      Gempa bermagnitudo 6,2 guncang Istanbul, Turki

      Gempa bermagnitudo 6,2 guncang Istanbul, Turki

      23 April 2025 18:40

      Amnesty International: Bantuan gempa Suriah dihadang

      Amnesty International: Bantuan gempa Suriah dihadang

      7 Maret 2023 11:27

      Terpopuler

      Ketua DPRD Babel minta gubernur dan bupati-wali kota serius kejar pencairan DBH SDA minerba

      Ketua DPRD Babel minta gubernur dan bupati-wali kota serius kejar pencairan DBH SDA minerba

      Guru Besar IPB: Babel berpotensi penghasil karbon biru terbesar Indonesia

      Guru Besar IPB: Babel berpotensi penghasil karbon biru terbesar Indonesia

      Alvaro Arbeloa pelatih baru Real Madrid gantikan Xabi Alonso

      Liga Spanyol

      Alvaro Arbeloa pelatih baru Real Madrid gantikan Xabi Alonso

      Polda Babel gelar sertijab Wakapolda, Brigjen Murry Mirranda gantikan Irjen Pol Tony Harsono

      Polda Babel gelar sertijab Wakapolda, Brigjen Murry Mirranda gantikan Irjen Pol Tony Harsono

      Harga emas Antam hari ini naik

      Harga emas Antam hari ini naik

      Top News

      • Iran tutup sementara wilayah udara di tengah ketegangan

        Iran tutup sementara wilayah udara di tengah ketegangan

        45 menit lalu

      • Harga emas Antam hari ini naik Rp10.000 per gram

        Harga emas Antam hari ini naik Rp10.000 per gram

        47 menit lalu

      • Kejari Bangka Selatan tetapkan tersangka baru kasus mafia tanah di Lepar Pongok

        Kejari Bangka Selatan tetapkan tersangka baru kasus mafia tanah di Lepar Pongok

        1 jam lalu

      • PBB khawatirkan retorika militeristik seputar situasi Iran

        PBB khawatirkan retorika militeristik seputar situasi Iran

        1 jam lalu

      • Bahlil minta PLN naikan harga listrik, benarkah? Cek faktanya

        Bahlil minta PLN naikan harga listrik, benarkah? Cek faktanya

        1 jam lalu

      Antara News babel
      babel.antaranews.com
      Copyright © 2026
      • Top News
      • Terkini
      • RSS
      • Twitter
      • Facebook
      • Mancanegara
      • Bangka Belitung
      • Lipsus
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Gaya Hidup
      • Opini
      • English-news
      • Pariwisata Babel
      • Ketentuan Penggunaan
      • Tentang Kami
      • Pedoman
      • Kebijakan Privasi
      • BrandA
      • ANTARA Foto
      • Korporat
      • PPID
      • www.antaranews.com
      • Antara Foto
      • IMQ
      • Asianet
      • OANA