"Kenaikan NTP ini karena indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan perubahan indeks indeks harga yang dibayar petani,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada Mei 2013 mencapai 100,84 atau naik 0,49 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 100,35.
"Kenaikan NTP ini karena indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan perubahan indeks indeks harga yang dibayar petani," ujar Kepala BPS Babel Teguh Pramono di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan, indeks harga yang diterima petani (IT) pada Mei 2013 tercatat 127,01 atau mengalami kenaikan indeks sebesar 0,48 persen dari nilai bulan sebelumnya sebesar 126,40.
"Kenaikan pada IT terjadi karena adanya penurunan indeks diterima petani pada subsektor tanaman pangan," ujarnya.
Sementara itu, kata dia, indeks harga yang dibayar petani (IB) pada Mei 2013 tercatat 125,95 atau mengalami penurunan indeks sebesar 0,02 persen dari nilai bulan sebelumnya yang tercatat 125,97.
"IB mengalami penurunan karena indeks kelompok konsumsi rumah tangga (KRT) turun 0,02 persen dari 130,63 menjadi 130,60 dan indeks kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik sebesar 0,06 persen dari 115,66 menjadi 115,74," ujarnya.
Ia mengatakan, pada Mei 2013, NTP tanaman pangan mengalami penurunan indeks yaitu dari 82,88 menjadi 82,74.
"Penurunan indeks sebesar 0,17 persen karena perubahan IT lebih kecil dibandingkan perubahan IB," ujarnya.
Menurut dia, penurunan yang terjadi pada IT karena indeks pada subkelompok palawija turun sebesar 0,47 persen. Pemicu utama penurunan indeks subkelompok palawija yaitu turunnya indeks beberapa komoditi antara lain, katela rambat dan kacang tanah.
Sedangkan penurunan yang terjadi pada IB karena adanya penurunan indeks pada kelompok KRT sebesar 0,21 persen dari 132,76 menjadi 132,49 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,15 persen dari 135,35 menjadi 135,56.
Ia mengatakan, NTP ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.
NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.
Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.
Atau sebaliknya, apakah kenaikan harga jual produksi pertanian dapat menambah pendapatan petani yang
pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan para petani. Secara umum semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani," katanya.
Pewarta: pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.