Kegiatan penanaman pohon ini untuk melestarikan lingkungan di kawasan pantai
Pangkalpinang (Antara Babel) - PT Timah (Persero) Tbk bekerja sama dengan Menumbing Jeep Community (MJC) melakukan penanaman 500 bibit pohon ketapang di kawasan wisata Pantai Batu Rakit, Kabupaten Bangka Barat.
"Kegiatan penanaman pohon ini untuk melestarikan lingkungan di kawasan pantai," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Timah (Persero) Tbk, Renny Hutagalung di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan kegiatan penanaman pohon yang diikuti 200 orang karyawan PT Timah dan anggota komunitas Menumbing Jeep Community Kabupaten Bangka Barat juga juga diisi dengan kegiatan bersih-bersih pantai.
"Kegiatan ini merupakan kepedulian perusahaan untuk membantu pemerintah daerah dalam memperindah kawasan wisata pantai dan mengurangi berbagai bencana alam seperti abrasi dan lainnya," ujarnya.
Pada 2016 ini, kata dia, pihaknya secara berkelanjutan akan melakukan rehabilitasi lingkungan di sejumlah wilayah Izin Usaha Pertambangan milik PT Timah di Kepulauan Bangka Belitung.
"Ini sudah menjadi komitmen perusahaan untuk melestarikan lingkungan dan membantu pemerintah daerah mempercantik wisata pantai, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah ini," ujarnya.
Menurut dia apabila objek wisata pantai indah dan asri tentu wisatawan akan lebih santai menikmati keindahan alam pantai di daerah ini.
"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian masyarakat pesisir," ujarnya.
Sebelumnya karyawan PT Timah juga bersinergi dengan masyarakat Desa Rebo melakukan penanaman 300 pohon ketapang dan 300 cemara laut di kawasan Pantai Mang Kalok. Pada kegiatan penanaman itu hadir Inspektur Tambang Kementerian ESDM, Albert Simanjuntak dan Wiskan Husein.
"Pada prinsipnya perusahaan selalu concern dengan upaya perbaikan lingkungan. Oleh karena itu pihaknya siap bersinergi dengan masyarakat yang memiliki visi yang sama terhadap perbaikan lingkungan," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.