...kami datang ke Mapolres meminta pendapat kepada Kapolres mengenai isu tersebut..Muntok (Antara Babe) - Lebih dari seratus orang nelayan Desa Belolaut, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendatangi Mapolres Bangka Barat untuk meminta kejelasan seputar isu terkiat rencana masuknya ponton isap produksi yang akan menambang bijih timah di perairan laut di desa itu.
"Kami mendapat informasi kalau hari ini ponton isap produksi (PIP) milik BUMD kabupaten akan menambang lagi di perairan Belolaut, untuk itu kami datang ke Mapolres meminta pendapat kepada Kapolres mengenai isu tersebut," ujar koordinator nelayan Belolaut, Kamis, di Muntok, Rabu.
Ia mengatakan, permintaan masukan dari penegak hukum dimaksudkan agar masyarakat Desa Belolaut, Kecamatan Muntok tidak kembali gaduh yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban.
Sekitar 150 orang warga Desa Belolaut yang semua berprofesi sebagai nelayan tiba di Mapolres Bangka Barat menggunakan puluhan sepeda motor dan mobil bak terbuka, mereka kemudian ditemui sejumlah perwira polisi.
Selanjutnya, beberapa perwakilan warga nelayan, seperti Kamis, Umar Din, Jakfar, dan Lukman dipersilakan masuk ke salah satu ruangan untuk membahas secara tertutup permasalahan yang dihadapi bersama Kapolres AKBP Daniel Victor Tobing, Wakapolres Kompol Bayu Wijanarko, Kabag Ops Kompol Candra Kurnia Setiawan, Kasat intelkam AKP Anwar Pamuju.
Aksi bersama para nelayan Desa Belolaut menolak masuknya ponton tambang timah ke wilayah perairan desa setempat sudah beberapa kali dilakukan sejak awal Februari 2016.
Pada Rabu (10/3) seratus nelayan dari beberapa dusun di Desa Belolaut mendatangi Kantor BUMD Bangka Barat dengan tujuan bertemu langsung direktur perusahaan untuk membahas penghentian operasi alat tambang perusahaan daerah itu yang beraktivitas di perairan Dusun Terabik Desa Belolaut.
Pada saat itu, Kamis menegaskan agar BUMD Sejiran Setason sebagai pemilik alat menghentikan aktivitas penambangan karena dinilai mengganggu aktivitas nelayan yang setiap hari mencari nafkah di perairan itu.
Setelah aksi yang tidak menemukan hasil tersebut, pada Senin (22/2) para nelayan melanjutkan perjuangan mengusir aktivitas penambangan timah di perairan Desa Belolaut dengan menemui Pejabat Bupati Bangka Barat Sudirganto di komplek perkantoran pemkab setempat.
Aksi penolakan para nelayan terhadap aktivitas tambang laut di Belolaut akan terus dilakukan, sampai nelayan bisa beraktivitas dengan tenang di perairan di desanya yang selama ini menjadi penyangga hidup mereka.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.