"Kenaikan NTP peternakan ini karena indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan indeks harga yang dibayar petani di daerah ini,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengungkapkan Nilai Tukar Petani (NTP) sektor peternakan pada Mei 2013 mencapai 96,17 atau naik 0,11 persen dibanding sebelumnya sebesar 96,06.
"Kenaikan NTP peternakan ini karena indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan indeks harga yang dibayar petani di daerah ini," ujar Kepala BPS Babel Teguh Pramono di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, kenaikan yang terjadi pada indeks harga yang diterima petani (IT) karena naiknya indeks pada subkelompok ternak besar sebesar 0,74 persen dan subkelompok hasil ternak sebesar 0,35 persen.
"Pemicu utama kenaikan indeks kedua subkelompok ini yaitu naiknya indeks beberapa komoditi antara lain, sapi potong (ternak besar) dan telur (hasil ternak)," ujarnya.
Sedangkan penurunan yang terjadi pada indeks harga yang dibayar petani (IB) karena adanya penurunan indeks pada kelompok Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 0,05 persen dari 128,62 menjadi 128,56 dan penurunan indeks pada kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,05 persen dari 105,47 menjadi 105,41.
"Kenaikan sektor peternakan ini akan menambah minat petani untuk mengembangkan peternakan, sehingga akan mengurangi ketergantungan pasokan ternak besar dari luar daerah," ujarnya.
Ia mengatakan, NTP sektor perikanan juga mengalami kenaikan 0,50 persen dari 90,35 menjadi 90,80.
"Kenaikan NTP perikanan ini karena indeks pada subkelompok penangkapan naik sebesar 0,52 persen dan subkelompok budidaya naik sebesar 0,65 persen," ujarnya.
Pemicu utama kenaikan kedua indeks subkelompok ini yaitu naiknya indeks beberapa komoditi antara lain, ikan gulamah dan ikan kerisi (penangkapan) serta nila (budidaya).
Sedangkan kenaikan yang terjadi pada IB karena adanya kenaikan indeks pada kelompok KRT sebesar 0,03 persen dari 129,36 menjadi 129,39 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,00 persen dari 106,22 menjadi 106,23.
Menurut dia, NTP ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.
NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.
Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.
Atau sebaliknya, apakah kenaikan harga jual produksi pertanian dapat menambah pendapatan petani yang
pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan para petani. Secara umum semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani," katanya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.