BPS menjamin kerahasiaan data pelaku usaha yang didata dalam sensus ekonomi nanti. Pelaku usaha tidak dikenakan biaya dan pendataan ini tidak terkait pajak.Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap agar pelaku usaha dapat memberikan data yang akurat kepada petugas sensus ekonomi yang akan melakukan pendataan pada 1 MeI 2016 nanti.
"BPS menjamin kerahasiaan data pelaku usaha yang didata dalam sensus ekonomi nanti. Pelaku usaha tidak dikenakan biaya dan pendataan ini tidak terkait pajak," kata Kepala BPS Pangkalpinang, Azhar, Sabtu.
Ia mengatakan, data yang akurat menentukan kebijakan yang membangun pada suatu daerah.
Ada sebanyak 348 petugas sensus ekonomi yang akan dikerahkan di tujuh kecamatan yang ada di Pangkalpinang.
"Petugas sensus ekonomi tersebut telah melalui seleksi dan diberi pelatihan sehingga memahami proses pendataan yang benar," katanya.
Pendataan dilakukan terhadap semua pelaku usaha seperti sektor perbankan, kontraktor, pedagang kaki lima hingga pelaku usaha online.
Sedangkan, Petani tidak didata karena ada program sensus pertanian yang juga dilakukan berkala.
"Kerahasiaan data pelaku usaha dilindungi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik," jelasnya.
Sensus ekonomi terakhir dilaksanakan pada 2006 lalu dan BPS memperkirakan pelaku usaha di Pangkalpinang mencapai ribuan.
"Sensus ekonomi membawa banyak manfaat bagi semua pihak, baik masyarakat, pemerintah hingga bagi pelaku usaha itu sendiri," katanya.
Pemerintah juga bisa menjadikan data yang dihasilkan nantinya sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan dan evaluasi supaya hasilnya maksimal.
Menurut dia, kesuksesan sensus ekonomi ini membutuhkan dukungan dan partisipasi para pelaku usaha.
"Kita harap masyarakat dan pelaku usaha dapat memberikan informasi bagi petugas kita secara benar tanpa ada rekayasa agar data yang didapatkan lebih akurat," katanya.
Pewarta: Septi ArtianaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.