"Tiga desa yang dijadikan percontohan yaitu Desa Nyelanding, Pasir Putih dan Desa Tanjung Ketapang yang memiliki potensi pariwisata yang besar, beragam, unik yang tersebar di daerah itu," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Budaya dan Olah Raga Bangka Selatan, Hartati di Toboali, Kamis.
Ia menjelaskan, potensi dan objek wisata di Desa Pasir Putih diantara wisata pantai, bahari dan sejarah, objek wisata di Desa Nyelanding yaitu wisata alam seperti pemandian air panas dan wisata sejarah, kebudayaan dan lainnya.
"Penunjukan tiga desa menjadi desa percontohan wisata ini merupakan bagian rencana dan program pengembangan pariwisata yang lebih rinci dalam prinsip pengembangan kepariwisataan Bangka Selatan yang arahan pengembangan kepariwisataan meliputi visi dan misi, tujuan dan sasaran, serta arahan strategi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan, fokus pengembangan kawasan pariwisata Basel adalah menetapkan pengembangan produk wisata yang unik di setiap cluster wisata, memunculkan kekhasan alam dan budaya masyarakat sehingga saling melengkapi dan meningkatkan daya tarik wisatawan.
Sementara itu, visi yang ingin dicapai untuk mewujudkan Babel khususnya Bangka Selatan sebagai destinasi pariwisata yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan, pada akhirnya masyarakat maju, mandiri, dan sejahtera.
"Untuk mencapai visi tersebut, perlu optimalisasi potensi sumber daya alam, peningkatan daya saing pariwisata, peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial budaya, peningkatan kualitas lingkungan fisik dan sosial budaya yang kondusif, serta penciptaan masyarakat yang sadar wisata," ujarnya.
Menurut dia, saat ini, masyarakat masih kurang peduli tentang pentingnya wisata untuk meningkatkan kesejahteraan karena hasil perkebunan, pertanian dan pertanian masih memadai untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Pengembangan wisata pada 2013 masih fokus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) wisata masyarakat sehingga kunjungan wisatawan meningkat," ujarnya.
Ia mengatakan, dalam upaya pengembangan wisata masih diarahkan dalam pengembangan SDM, bagaimana merubah prilaku masyarakat sadar wisata melalui sosialisasi dan kegiatan-kegiatan lomba seni budaya.
"Merubah prilaku masyarakat ini membutuhkan waktu yang lama dan mudah-mudahan tiga tahun ke depan prilaku wisata masyarakat dan kunjungan wisatawan meningkat," ujarnya.
: Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.