"Kami akan mengajak kepolisian setempat untuk mengantisipasi dan mengamankan pelaku penimbunan kebutuhan pokok di daerah ini untuk menjamin kelancaran distribusi dan penjualan jelang kenaikan harga BBM,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencapai 208,06 ton untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di daerah itu.

"Stok beras itu dapat mencukupi kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan dan stok akan terus bertambah untuk menjaga ketahanan komoditas pangan di daerah ini," kata Kabid Distribusi Badan Ketahanan Pangan (BKP) Babel M.Yusmin di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan, dari total 208,06 ton stok beras itu, 142,2 ton berada di tingkat distributor dan 65,86 ton di tingkat pengecer yang tersebar di satu kota dan enam kabupaten daerah itu.

"Saat ini, permintaan beras masyarakat masih normal sehingga stok di tingkat distributor dan pengecer masih mampu memenuhi kebutuhan pangan di daerah itu. Namun demikian, kami tetap memantau perkembangan distribusi dan harga menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)" ujarnya.

Menurut dia, rencana pemerintah menaikkan harga BBM bisa saja dimanfaatkan oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan melakukan penimbunan komoditas pangan itu sehingga perlu dilakukan pengawasan distribusi dan penjualan baik di tingkat distributor maupun pengecer.

"Penimbunan itu akan berdampak pada kelangkaan bahan pangan yang dapat memicu kenaikan harga yang tidak wajar sehingga memberatkan ekomoni masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, BKP bekerja sama dengan dinas terkait dan Polda Babel akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk mengetahui jumlah stok dan harga kebutuhan pangan masyarakat khususnya komoditas beras.

"Kami akan mengajak kepolisian setempat untuk mengantisipasi dan mengamankan pelaku penimbunan kebutuhan pokok di daerah ini untuk menjamin kelancaran distribusi dan penjualan jelang kenaikan harga BBM," ujarnya.

Sementara itu, kata dia, harga beras di tingkat distributor dan pengecer masih stabil. Harga komoditas beras premium di tingkat distributor berkisar Rp9.000 hingga Rp10.100 per kilogram, beras medium Rp8.000 hingga Rp9.400 per kilogram dan beras termurah Rp7.500 hingga Rp8.500 per kilogram.

Sedangkan harga di tingkat pengecer untuk komoditas beras premium berkisar Rp9.400 hingga Rp11.000 per kilogram, beras medium Rp8.700 hingga Rp10.000 per kilogram dan beras termurah Rp7.800 hingga Rp8.500 per kilogram.

Ia berharap, agar pihak distributor dan pengecer komoditas beras tidak melakukan permainan harga untuk tetap menjamin ketersedian dan stabilitas harga bahan pangan tersebut.

Pewarta: Pewarta: Sutan
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026