Kita akan memfasilitasi petani agar bisa memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha pertanian padi.Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengembangkan pertanian padi berbasis teknologi guna meningkatkan produksi beras petani di daerah itu.
"Kita akan memfasilitasi petani agar bisa memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha pertanian padi," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi misalnya mesin panen, mesin tanam padi dan lainnya akan sangat membantu petani mengoptimalkan lahan dengan biaya pengelolaan yang cukup rendah.
"Dengan adanya mesin panen padi, maka petani tidak akan susah lagi saat memanen," ujarnya.
Selain itu, petani juga akan lebih cepat dalam memanen dan hasil yang diperoleh juga maksimal saat melakukan penanaman benih padi jika menggunakan mesin tanam benih padi.
"Mesin tanam padi ini hanya membutuhkan sekitar tujuh jam untuk menanam benih di lahan seluas satu hektare. Susunan padi lebih teratur jika ditaman menggunakan mesin," ujarnya.
Ia mengatakan pengembangan pertanian berbasis teknologi ini dapat mempercepat program swasembada pangan di Pulau Bangka dan Belitung.
"Selama ini untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat, kita masih mengandalkan pasokan beras dari daerah sentra produksi padi di Pulau jawa dan Sumatera. Ini kurang baik dan tidak menguntungkan daerah," ujarnya.
Menurut dia impor beras dari luar daerah ini menyulitkan pemerintah daerah menjaga stabilitas harga beras. Apalagi jika pasokan beras tersendat karena kondisi cuaca di perairan memburuk, maka harga berbagai kebutuhan masyarakat akan melambung tinggi.
"Kita harus terus berupaya meningkatkan dan menjaga ketahanan pangan, sehingga tidak lagi ketergantungan beras dari luar daerah," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.