"Dalam bulan ini (Juni 2023, red.), kami akan melakukan simulasi penanganan karhutla dan kekeringan ini," kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan BNPB dan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini karhutla serta kekeringan dampak perubahan iklim akibat El Nino dan IOD pada Juni 2023 yang melanda Indonesia.
"Saat ini, kami tengah menyosialisasikan pembentukan satgas karhutla dan kekeringan ini, agar masyarakat mendukung dan berperan dalam mengantisipasi dan ikut dalam penanganan bencana dampak perubahan iklim ini," ujarnya.
Dalam pencegahan karhutla di Provinsi Kepulauan Babel, BPBD setempat memfokuskan di Kabupaten Bangka Barat karena potensi kebakaran hutan dan lahan di daerah itu cukup tinggi.
"Dalam pekan ini, sudah terjadi kebakaran lahan di Bangka Barat dan masih bisa cepat diatasi, karena luasan kebakarannya tidak sampai lima hektare," katanya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya petani, tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka areal pertanian atau perkebunan baru karena bisa menyebabkan kebakaran hutan yang lebih luas.
"Saat ini sudah muncul titik-titik panas sudah mulai ada dan diharapkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan tersebut untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan yang lebih luas," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.