Tanjungpandan (ANTARA) - Bupati Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu sejauh ini masih terkendali dengan respon penanggulangan tidak pernah melebihi 2 x 24 jam.
"Hampir setiap hari ada titik kebakaran, tetapi semuanya masih bisa kita kendalikan. Penanganan juga tidak pernah lebih dari 2x24 jam," katanya usai memimpin rapat penanganan karhutla di Tanjungpandan, Kamis.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah berkoordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memetakan berbagai kendala di lapangan guna mempercepat pergerakan dan penanganan karhutla.
Menurutnya, meski kondisi saat ini masih terkendali akan tetapi titik api mulai meluas ke beberapa wilayah lain.
"Skalanya mulai sedikit meluas. Kecamatan Membalong dan Badau juga sudah mengalami kebakaran. Kalau sebelumnya lebih banyak terjadi di wilayah Sijuk, sekarang titik kebakaran sudah mulai menyebar," ujarnya.
Guna mengantisipasi semakin meluasnya dampak karhutla maka pihaknya berencana menerapkan sistem zonasi.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak akan menghambat langkah-langkah antisipasi pemerintah daerah dalam mengatasi karhutla.
Ia menekankan, karhutla merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan fokus dan kerja sama yang lebih luas, mengingat dampak asapnya yang berpotensi meluas hingga ke negara tetangga.
"Bahkan dampak asapnya bisa dirasakan hingga ke negara lain, sehingga penanganan kebakaran hutan dan lahan ini membutuhkan perhatian dan kerja sama yang lebih luas," katanya.
Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para petugas Damkar BPBD Belitung dan instansi gabungan TNI-Polri yang telah bersama-sama berkolaborasi dalam menangani karhutla di wilayah itu.
"Saya mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh personel di lapangan dan tetap utamakan keselamatan dalam bertugas," ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison mencatat jumlah kasus Karhutla di wilayah Kabupaten Belitung tercatat sebanyak 279 kasus.
"Kalau untuk saat ini memang kejadian yang paling menonjol adalah karhutla sebanyak 279 kasus," katanya.
Pewarta: Kasmono/ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.