"Pada tahap ini, kami tidak melihat pasukan Wagner berpartisipasi dalam kapasitas secara signifikan guna menyokong operasi tempur di Ukraina," kata Brigjen Angkatan Udara Patrick Ryder, juru bicara Pentagon, sebutan bagi Dephan AS.
Tentara Wagner telah terlibat dalam sejumlah pertempuran paling sengit dan mematikan selama invasi Rusia ke Ukraina.
Namun, setelah pemberontakan pada 23-24 Juni itu, tentara Wagner diberikan pilihan untuk mengasingkan diri, bergabung dengan pasukan reguler Rusia, atau pulang.
Pada Rabu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa Wagner telah menyerahkan senjata mereka ke angkatan bersenjata reguler Rusia.
Sumber: Reuters
Pewarta: M Razi RahmanEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026