"Saat ini, harga daging sapi naik dari Rp90 ribu menjadi Rp95 ribu per klogram karena tingkat permintaan komoditas tersaebut pada akhir pekan mengalami peningkatan,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), masih berfluktuasi tinggi kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram karena pasokan kurang.
"Saat ini, harga daging sapi naik dari Rp90 ribu menjadi Rp95 ribu per klogram karena tingkat permintaan komoditas tersaebut pada akhir pekan mengalami peningkatan," ujar Herman, pedagang daging sapi di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Sabtu.
Sementara itu, kata dia, harga daging ayam ras atau broiler masih bertahan Rp30 ribu per kiogram dan ayam kampung juga tetap tinggi Rp60 ribu per kilogram.
"Harga daging masih bertahan tinggi karena stok ternaknya kurang seiring berkurangnya pasokan dari daerah sentra peternakan sapi di Pulau Jawa dan Sumatera," ujarnya.
Ia mengatakan, setiap akhir pekan permintaan konsumen meningkat dibanding hari biasa karena banyak warga yang melakukan hajatan seperti pesta perkawinan, doa selamatan dan lainnya.
Menurut dia, harga daging sapi Rp90 ribu tergolong tinggi dibanding pasaran normal Rp75 ribu per kilogram. Untuk memenuhi konsumsi daging warga Babel masih mengandalkan pasokan dari luar daerah seiring peternakan sapi masih tahap pengembangan dalam jumlah yang terbatas.
"Hampir 95 persen ternak sapi didatangkan dari luar daerah, sehingga ketetapan harga jual daging di masyarakat berdasarkan harga ternak di daerah asal, biaya transportasi dan volume pasokan serta tingkat permintaan daging," ujarnya.
Ia mengatakan, pasokan sapi tergantung cuaca di laut. Apabila cuaca memburuk maka akan berdampak terhadap pasokan dan stok sapi terbatas, sehingga harga daging akan mengalami kenaikan cukup tinggi, seperti pada harga pada bulan lalu yang mencapai Rp105 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram.
"Saat ini, pasokan daging masih lancar seiring kondisi cuaca di perairan laut yang masih aman untuk pelayaran kapal laut," ujarnya.
Pedagang daging ayam Suhaiman menyatakan, kenaikan harga daging ayam karena pasokannya dari peternak lokal berkurang, sementara dalam sepekan terakhir pedagang tidak lagi mendapatkan pasokan dari Palembang, Sumatera Selatan.
"Kenaikan harga daging ayam tidak memengaruhi permintaan yang masih tinggi, karena harganya masih lebih murah dibanding harga daging sapi dan ikan yang cukup tinggi," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.