Penurunan konsumsi premium dikarenakan banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan pertalite dan pertamax sehingga menggeser tingkat konsumsi
Pangkalpinang (Antara Babel) - Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan sebesar tujuh sampai selapan persen.

"Penurunan konsumsi premium dikarenakan banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan pertalite dan pertamax sehingga menggeser tingkat konsumsi," ujar Officer Communication & Relations Pertamina Marketing Operation Region II, Rico Raspati di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan, pada tahun 2015 pendistribusian premium sebesar 1.327 kiloliter menjadi  1.240 kiloliter setiap hari pada tahun 2016.

"Turunnya konsumsi premium diiringi oleh naiknya konsumsi pertalite dari 11 kiloliter menjadi 27 kiloliter per hari," katanya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM dengan oktan tinggi sudah mulai mengalami pertumbuhan.

Menurunnya konsumsi BBM subsidi berjenis premium tersebut merupakan hal positif karena masyarakat sadar akan pentingnya penggunaan BBM non subsidi demi lingkungan yang sehat.

"Ini kan pertumbuhannya positif, jadi kita akan genjot terus. Mungkin genjot dikonsumsi pertamax dan pertalite, biar masyarakat semakin pintar memilih BBM," tegasnya.

Ia memastikan sampai saat ini stok premium aman dan mampu memenuhi kebutuhan daerah di Sumatera Bagian Selatan tidak terkecuali di Babel.

"Kita hanya menyalurkan saja sesuai dengan kebutuhan. Masyarakat tinggal memilih sesuai keinginan," katanya.


Pewarta: Septi Artiana
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026