"Saya ingin menyampaikan klarifikasi yang tadi sudah disampaikan oleh Bapak Saut situmorang. Jadi terkait dengan pernyataan yang disampaikan oleh Saut dalam acara 'Benang Merah: Harga Sebuah Perkara' yang ditayangkan sebuah televisi swasta pada Kamis, 5 Mei 2016 yang menyebutkan organisasi HMI, dalam kesempatan ini Pak Saut menyatakan bahwa melihat perkembangan pemberitaan dan reaksi yang menarik perhatian publik jadi ada beberapa klarifikasi yang akan diberikan," kata Yuyuk di depan gedung KPK Jakarta, Senin.
Sebelumnya massa HMI mengamuk di depan gedung KPK dengan merusak fasilitas umum seperti tempat sampah dan pembatas jalan. Tak hanya itu, massa juga melemparkan batu ke arah gedung KPK dan mengenai kaca gedung tersebut.
Massa bahkan mencoret-coret tulisan "Komisi Pemberantasan Korupsi" dengan dengan warna merah bertuliskan "Tangkap Saut Situmorang, Saut Situ Orang Harus dipecat".
Dua orang polisi juga mengalami luka di kepala setelah terkena lemparan batu. Selain itu, pos keamanan KPK juga turut dirusak massa.
Tak sampai di situ, massa bahkan melakukan aksi bakar di depan gedung KPK. Akibatnya, sepanjang ruas Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta tersendat karena jalanan ke arah Mampang Prapatan ditutup.
"Pak Saut selaku pribadi tidak bermaksud menyinggung HMI maupun lembaga lain sehingga menimbulkan kesalahpahaman maupun kesalahan persepsi untuk itu. Pak Saut mohon maaf atas pernyataan tersebut. Kami percaya HMI sebagai salah satu penggerak aktivis mahasiswa di Indonesia bisa menjadi mitra KPK dalam upaya pemberantasan korupsi," tambah Yuyuk.
Untuk itu KPK akan melakukan pertemuan dengan Pengurus Besar HMI untuk menjalin silaturahim agar terjalin hubungan yang lebih baik.
"Saya kira itu klarifikasi yang diberikan dan juga permohonan maaf Pak Saut yang juga sudah disampaikan sebelumnya dalam konferensi pers siang tadi, terima kasih selamat sore, wasalam," ungkap Yuyuk.
Meski berjalan dengan lancar, pernyataan Saut yang diwakili Yuyuk sempat ditanggapi sorak-sorai dari massa HMI. HMI tetap menginginkan Saut yang turun dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Pewarta: Desca Lidya NataliaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.