"Saat ini permintaan daging sapi kembali normal dibanding permintaan sebelumnya yang mengalami peningkatan sekitar 30 persen,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) turun menjadi Rp105 ribu dibanding pada Minggu (23/6) Rp130 ribu per kilogram.
"Saat ini permintaan daging sapi kembali normal dibanding permintaan sebelumnya yang mengalami peningkatan sekitar 30 persen," ujar pedagang daging sapi, Sulaiman di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan, meski ada penurunan namun harga sapi tersebut masih tinggi dibanding harga sebelumnya yang berkisar Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.
"Harga daging masih tinggi karena biaya angkutan ternak sapi dari tempat penampungan ke tempat pemotongan naik menyusul kenaikan harga BBM," ujarnya.
Demikian juga biaya pemotongan sapi, pembersihan daging di tempat pemotongan hingga distribusi ke pasar juga mengalami kenaikan, sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga jual untuk mendapatkan keuntungan.
"Keuntungan yang diperoleh pedagang tipis karena biaya transportasi, upah tenaga kerja yang cukup tinggi," ujarnya.
Menurut dia, tingginya harga daging berdampak langsung terhadap permintaan warga yang mengalami penurunan, sehingga pedagang sulit menjual dagangannya.
"Saat ini warga beralih membeli kebutuhan yang lebih murah misalnya daging ayam, ikan air tawar dan lainnya untuk menghemat pengeluaran seiring berbagai kebutuhan lainnya juga mengalami kenaikan menyusul harga BBM," ujarnya.
Namun demikian, menurut dia, permintaan daging akan kembali meningkat dua hari menjelang puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
"Saat ini stok sapi potong masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga Lebaran nanti, karena pasokan sapi potong dari luar daerah masih lancar seiring kondisi perairan yang masih aman untuk pelayaran kapal laut," ujarnya.
Sementara Irsan, pedagang sapi lainnya mengaku membatasi pemotongan sapi karena permintaan masyarakat berkurang.
"Kami membatasi pemotongan untuk mengantisipasi kerugian dan juga mengantisipasi kelangkaan daging sapi di pasaran karena stok ternak sapi yang ada merupakan stok tahun lalu yang semakin berkurang," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini permintaan daging sapi didominasi pedagang makanan seperti rumah makan, pedagang bakso dan pedagang makanan lainnya, sementara permintaan ibu rumah tangga mengalami penurunan yang cukup drastis.
"Daging sapi yang tidak terjual terpaksa dibekukan dengan es balok dan harga daging yang dibekukan tersebut di bawah harga daging segar dan apabila daging tersebut tidak juga terjual selama seminggu, maka daging tersebut terpaksa dibuang," ujarnya.
Pewarta: Pewarta :AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.