Lampu celup yang memiliki fungsi sebagai pemanggil ikan tersebut harganya di pasaran cukup mahal...
Muntok (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih nelayan tradisional menciptakan lampu celup dengan harga murah yang diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan ikan.

"Lampu celup yang memiliki fungsi sebagai pemanggil ikan tersebut harganya di pasaran cukup mahal, yaitu sekitar Rp1.500.000 per unit, namun lampu kreasi yang dikembangkan petugas pendamping biaya produksinya hanya sekitar Rp200.000," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Yopie Mardianta di Muntok, Kamis.

Ia mengatakan, lampu celup tahan air bisa digunakan nelayan pancing dan bagan di laut, danau maupun sungai, untuk memudahkan menangkap ikan.

"Dengan memanfaatkan lampu celup diyakini hasil tangkapan semakin meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan dengan menggunakan lampu tradisional¿ atau petromak," kata dia.

Ia menerangkan, lampu celup tahan air yang dikembangkan petugas pendamping cukup sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang harganya cukup terjangkau.

Lampu yang digunakan bisa bohlam warna netral atau lampu hemat energi yang dipasang pada fitting terbuka biasa, pada bagian yang terbuka, yaitu pada  sambungan kabel, tutup fitting dan ruang antara ulir lampu dan fitting ditutup menggunakan lem jenis epoxi.

"Tunggu lem benar-benar kering, baru bisa digunakan, kami sudah lakukan uji coba selama 24 jam tidak ada masalah, baik daya tahan lem maupun lampu," kata dia.

Untuk melindungi lampu dari benturan benda keras, katanya lampu tersebut akan dilengkapi dengan pelindung berbahan besi cor atau kawat baja.  
    
Lampu kreasi para petugas pendamping perikanan tersebut rencananya akan dikembangkan kepada nelayan di daerah itu untuk mengurangi biaya modal usaha.

"Kelemahan lampu ini hanya sekali pakai, kalau bohlam putus tidak bisa diganti karena sudah direkatkan menggunakan lem epoxi, meskipun demikian biaya pembuatan rangkaian lampu baru tetap jauh lebih murah dibandingkan lampu bawah air produk pabrik," kata dia.  


Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026