"Bantuan PUMP ini cukup meningkatkan usaha tangkap nelayan dan menopang pengembangan pembangunan sektor perikanan dan kelautan serta kesejahteraan keluarga nelayan,"
Toboali (Antara Babel) - Sebanyak 15 kelompok usaha bersama nelayan di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung akan menerima bantuan Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) sebesar Rp1,5 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Kami sudah mengusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan dan sekarang bantuan PUMP tinggal menunggu waktu pencairan ke masing-masing rekening kelompok usaha bersama (KUBE) nelayan tersebut," ujar Kepala DKP Bangka Selatan, Budi Setyo di Toboali, Selasa.

Ia menjelaskan bantuan PUMP ini merupakan program pemerintah pusat untuk penanggulangan kemiskinan, peningkatan lapangan kerja, dan peningkatan kewirausahaan nelayan tradisional.

"Masing-masing KUBE nelayan menerima bantuan sebesar Rp100 juta untuk pengadaan alat tangkap ikan seperti perbaikan kapal, jaring, fiber tempat penyimpanan ikan dan biaya operasional nelayan selama beraktivitas menangkap ikan di tengah laut," ujarnya.

Ia mengatakan pada tahun 2012, dana PUMP sebesar Rp1,2 miliar disalurkan ke 12 KUBE nelayan dan 2011 sebesar Rp800 juta disalurkan ke delapan KUBE nelayan.

"Bantuan PUMP ini cukup meningkatkan usaha tangkap nelayan dan menopang pengembangan pembangunan sektor perikanan dan kelautan serta kesejahteraan keluarga nelayan," ujarnya.

Ia mengatakan penerima bantuan dana PUMP ini melalui tahapan proses verifikasi, setelah proses verifikasi, maka penerima disahkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan.      

"Proses verifikasi penerima bantuan Pump ini agar bantuan tersebut tepat sasaran, sehingga dapat mengurangi beban nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan ikan mereka," ujarnya.

Menurut dia, bantuan penguatan usaha nelayan ini tidak dilakukan secara cuma-cuma atau gratis, tetapi setiap kelompok nelayan nelayan harus mengembalikan dana itu, untuk kemudian diberikan kembali kepada kelompok nelayan lainnya yang belum memperoleh.

"Saat ini, masih banyak kelompok nelayan yang belum mendapatkan bantuan Pump ini sehingga mereka kesulitan mengembangkan usaha perikanan seiring masih kurang memadainya alat tangkap ikan dan sumber daya manusia (SDM) dalam mengembangkan usaha," ujarnya.  

Ia mengatakan jumlah KUBE nelayan Bangka Selatan sebanyak 96 KUBE atau jumlah nelayan 7.000 jiwa tersebar di Kecamatan Toboali, Pulau Besar, Tukak Sadai, Lepar Ponggok, Simpang Rimba, sementara penduduk di dua Kecamatan Payung dan Air Gegas tidak ada yang berprofesi nelayan.

Sementara itu, jumlah total jumlah kapal nelayan sebanyak 2.575 unit kapal dengan rincian jumlah perahu tanpa motor sebanyak 420 unit, perahu motor tempel sebanyak 151 unit, kapal nelayan berkapasitas 5 GT hingga 10 GT sebanyak 1.891 unit, kapal berkapasitas 10 hingga 20 GT sebanyak 15 unit.

Ia berharap dengan adanya bantuan Pump ini nelayan dapat melaksanakan usahanya secara optimal untuk mencapai hasil yang memadai.

"Bila usaha ini berhasil tentu berimplikasi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sehingga menumbuhkan kepercayaan pemerintah daerah maupun pusat atas pemanfaatan dana program yang dikucurkan," ujarnya.


Pewarta: Pewarta :Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026