Kami minta satpam yang membacok warga Koba bernama Det dihukum berat karena itu tindakan kriminal yang sudah main hakim sendiri.
Koba (Antara Babel) - Sejumlah warga Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung berunjuk rasa di kantor DPRD setempat mendesak wakil rakyat mengawal kasus pembacokan yang dilakukan oknum satpam yang menjaga aset milik PT Koba Tin.

"Kami minta satpam yang membacok warga Koba bernama Det dihukum berat karena itu tindakan kriminal yang sudah main hakim sendiri," kata Mirwan, perwakilan warga yang berunjuk rasa di halaman kantor DPRD Bangka Tengah, Kamis.

Ia menjelaskan, satpam PT Koba Tin membacok Det yang sedang mengambil sisa peleburan bijih timah di gudang perusahaan tersebut.

"Det mengalami luka parah dan kritis di rumah sakit. Walapun pelaku sudah ditangkap namun kami ingin pelaku dihukum berat karena perbuatannya yang nyaris menghilangkan nyawa korban," ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Bangka Tengah, Algafry Rahman menyatakan siap mengawal kasus tersebut dan meminta diberi kesempatan kepada aparat hukum untuk memprosesnya.

"Namun demikian, kami tetap mengawal kasus ini hingga tuntas dan tuntutan warga kami respon dengan baik," ujarnya.

Pihaknya akan memanggil manajemen PT Koba Tin untuk mengevaluasi masalah ini agar pebuatan yang sama tidak terulang lagi.

"Memang kami menyayangkan tindakan satpam tersebut, seharusnya tidak demikian karena bisa diserahkan kepada pihak penegak hukum tanpa harus main hakim sendiri," ujarnya


Pewarta: Ahmadi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026