"Peningkatan produksi padi ini, merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah untuk menjadikan Babel menjadi daerah berswasembada beras,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel), menyatakan produksi padi sawah dan ladang 2012 mencapai 22.393 ton gabah kering giling atau naik 7.183 ton dibanding produksi padi tahun sebelumnya.
"Peningkatan produksi padi ini, merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah untuk menjadikan Babel menjadi daerah berswasembada beras," ujar Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, kenaikan produksi padi sebesar 7.183 ton GKG atau 47,23 persen pada 2012, karena peningkatan luas panen sebesar 2.696 hektare atau bertambah 50,88 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menurut dia, diperkirakan produksi padi 2013 juga akan mengalami peningkatan karena pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produksi padi melalui pencetakan sawah baru dan peningkatan sumber daya petani dalam mengelola tanaman padi.
"Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produksi padi ini untuk mengurangi ketergantungan pasokan beras dari daerah sentra produksi beras di Pulau Jawa dan Sumatera," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil penghitungan angka ramalan I 2013, produksi padi 2013 diperkirakan mencapai 25.851 ton GKG atau naik 3.458 ton atau naik 15,44 persen dibanding produksi padi 2012.
"Kenaikan produksi tersebut diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen sebesar 1.510 hektar (18,89 persen)," ujarnya.
Ia mengatakan, angka prognosa merupakan angka ramalan produksi tahun berjalan berdasarkan keadaan luas tanaman akhir bulan Desember tahun sebelumnya.
Angka ramalan I (ARAM I) terdiri dari realisasi produksi Januari hingga April dan angka ramalan Mei hingga Desember berdasarkan luas tanaman kondisi akhir April.
Angka ramalan II (ARAM II) terdiri dari realisasi produksi Januari hingga Agustus dan angka ramalan September hingga Desember berdasarkan keadaan luas tanaman akhir Agustus.
Angka sementara (ASEM) merupakan realisasi produksi Januari hingga Desember tetapi belum final karena mengantisipasi kelengkapan laporan. Angka tetap (ATAP) merupakan realisasi produksi selama satu tahun (Januari-Desember) dan merupakan angka final.
"Angka sementara produksi tanaman pangan 2013 (ASEM 2013) merupakan realisasi produksi Januari - Desember 2011, sementara produksi tanaman pangan 2013 (angka prognosa) merupakan angka ramalan produksi 2013 berdasarkan keadaan luas tanaman akhir bulan Desember 2012," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.