"Penurunan NTP Perikanan ini karena indeks harga yang diterima petani lebih kecil dibandingkan perubahan indeks harga yang dibayarkan petani di daerah ini,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengungkapkan Nilai Tukar Petani (NTP) sektor perikanan pada juni 2013 mencapai 90,41 atau turun 0,43 persen dbanding sebelumnya sebesar 90,80.


"Penurunan NTP Perikanan ini karena indeks harga yang diterima petani lebih kecil dibandingkan perubahan indeks harga yang dibayarkan petani di daerah ini," kata Kepala BPS Babel Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Kamis.


Ia menjelaskan, penurunan yang terjadi pada indeks harga yang diterima petani (IT) karena indeks subkelompok penangkapan turun sebesar 0,23 persen.


"Pemicu utama penurunan indeks subkelompok tersebut yaitu turunnya indeks beberapa komoditi antara lain, ikan tenggiri dan ikan ekor kuning (penangkapan)," ujarnya.


Sedangkan kenaikan yang terjadi pada indeks harga yang dibayar petani (IB) karena adanya kenaikan indeks pada kelompok Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 0,19 persen dari 129,39 menjadi 129,64 dan kenaikan indeks pada kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar o,24 persen dari 106,23 menjadi 106,48.


"Kondisi cuaca yang buruk menyebabkan gelombang laut semakin tinggi sehingga hasil tangkapan nelayan menurun," ujarnya.


Ia mengatakan, NTP sektor tanaman pangan juga mengalami penurunan 0,23 persen dari 87,74 menjadi 82,55.


"Penurunan NTP Tanaman pangan ini karena indeks indeks pada subkelompok pada turun sebesar 0,36 persen," ujarnya.


Pemicu utama penurunan indeks subkelompok palawija adalah turunnya indeks beberapa komoditi antara lain, gabah kering giling.


Sedangkan kenaikan yang terjadi pada IB karena adanya kenaikan indeks pada kelompok KRT sebesar 0,12 persen dari 132,49 menjadi 132,64 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,06 persen dari 135,56 menjadi 135,64.


Menurut dia, NTP ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.


Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026