Dalam waktu empat bulan dilaksanakannya sosialisasi listrik prabayar (prepaid),
Pangkalpinang (Antara Babel) - Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Bangka Belitung, Agus Yuswanta mengatakan saat ini program migrasi listrik prabayar PT PLN semakin diminati masyarakat di wilayah itu.

"Dalam waktu empat bulan dilaksanakannya sosialisasi listrik prabayar (prepaid), PT PLN Wilayah Bangka Belitung sudah menerima 30.017 pelanggan yang melakukan migrasi dari meter pascabayar (postpaid) ke prabayar. Hingga saat ini pengguna listrik prabayar sudah mencapai 272.697 pelanggan," katanya di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan, listrik prabayar merupakan cara bagi pelanggan untuk mengendalikan sendiri jumlah pemakaian listrik sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan tersebut.

"Dalam hal ini kekhawatiran tagihan listrik yang membengkak tidak akan terjadi lagi, mengingat semua pemakaian tergantung pada perilaku pelanggan untuk berhemat," ujarnya.

Dikatakannya, hingga saat ini PLN Babel terus berupaya meningkatkan sosialisasi listrik prabayar ini ke masyarakat baik secara langsung maupun melalui media massa.

"Kami terus menerus meningkatkan sosialisasi listrik prabayar ini baik melalui media massa maupun langsung turun ke desa-desa. Hingga Juli total pelanggan prabayar menjadi 71 persen dari total pelanggan PLN Babel. Diharapkan pada 2017, seluruh pelanggan PLN Babel dibawah daya 16,5 kVA menjadi pelanggan prabayar," katanya.

Sementara Kepala Desa Rebo yang juga pelanggan prabayar, Fendi mengatakan semenjak menggunakan listrik prabayar, dirinya dapat mengontrol dan mengendalikan pemakaian listrik.

"Saya bisa mengontrol dan dengan bijak mengendalikan pemakaian listrik saya sendiri. Saya sudah mengenal mengenal listrik prabayar sejak PLN mulai menyosialisasikan beberapa bulan lalu," katanya.

Dikatakannya, cara baru berlangganan listrik melalui prabayar diyakini lebih membudayakan sikap hemat yang harus dilakukan, mengingat masih banyak rakyat Indonesia yang belum mendapatkan kesempatan menikmati terangnya listrik.

Menurutnya, selain karena terukur, pemakaian listrik prabayar dapat dirasakan pelanggan dan perhitungan penggunaan listrik dapat diketahui oleh pelanggan langsung.

Sementara Aktivis Climate Change, John Ganesha juga merasakan keunggulan menggunakan kWh listrik prabayar yang menurutnya mampu menjadikan masyarakat menjadi lebih efisien, pintar dan modern.

"kWh listrik prabayar ini menawarkan sebuah gerakan yang mengantarkan perubahan masyarakat menjadi efisien, pintar dan modern. Selain itu, kita tidak akan merasakan lagi kesalahan dalam pencatatan meter listrik," katanya.

Kemudahan lainnya menggunakan listrik prabayar yakni untuk pembelian voucher (token) listrik prabayar, di mana nilai token yang dibeli terdiri dari beberapa variasi harga mulai Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000, Rp 500.000 dan Rp 1.000.000. Pilihan ini disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan tidak ada batas waktunya.


Pewarta: Try Mustika Hardi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026